Museum Taruna Abdul Djalil di Akmil Magelang, Keren Habis Pokoknya….

0

MYLESAT.COM – Ada yang spesial dan surprise dari seluruh rangkaian kegiatan Apel Komandan Satuan (TNI) Tahun 2023 di Akademi Militer (Akmil) Magelang beberapa hari yang lalu. Oke ada olah raga bersama, naik Gunung Tidar, dan pengarahan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kepada seluruh peserta. Akan tetapi ketika KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengajak seluruh peserta ke Museum Taruna Abdul Djalil Akmil Magelang, semua berdecak kagum.

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman langsung memperkenalkan Museum Taruna Abdul Djalil Akmil Magelang kepada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Bagus sekali,” ucapan klise dan spontan mengalir dari mulut KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang  mempunyai ketertarikan kepada museum.

Tentu ucapan itu bukan hiperbola apalagi mengada-ada. Sejatinya mylesat.com yang ikut meliput kunjungan Panglima TNI dan rombongan ke Museum Taruna Abdul Djalil, merasakan sensasi yang sama begitu melangkahkan kaki ke dalam Museum.

Sebagai tuan rumah yang baik, KSAD Jenderal Dudung langsung memberikan perkenalan dan memandu Panglima TNI dan rombongan memasuki ruang Museum. Kesan pertama yang langsung muncul adalah penataan ruang yang apik. Keren banget.

Kita ketahui bersama bahwa museum merupakan sarana penghubung sejarah bagi generasi yang terjadi pada masa yang berbeda antara generasi pendahulu, generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Karena itu diperlukan kecermatan dan kecerdasan dalam menatanya agar pesan tersampaikan dengan baik.

Sejarah Akmil, tervisualisasi dengan baik dalam sebuah papan informasi di Museum. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Berjalan dari suatu ruangan ke ruangan berikutnya, sangat terasa bahwa penataan benda koleksi di ruang pamer menjadi sebuah rangkaian cerita sejarah Akmil dan TNI AD secara umum. KSAD dengan lancar menuturkan sebuah visual yang menyampaikan perjalanan Akmil sejak masa perjuangan.

Begitu juga dengan pencahayaan, keamanan benda koleksi serta kenyamanan bagi pengunjung sangat diutamakan. Tentu saja pendingin ruangan yang dipasang cukup banyak, membuat pengunjung merasa nyaman.

Jenderal Dudung terus memberikan penjelasan kepada Panglima TNI dan peserta AKS dari setiap koleksi yang dilewati. Seperti foto dan Pahlawan Revolusi, persenjataan yang pernah digunakan TNI AD baik laras panjang, laras pendek maupun meriam dan berbagai jenis senjata lainnya.

Di dalam museum tersimpan koleksi foto-foto KSAD dari masa ke masa, Taruna yang meraih pangkat tertinggi bintang empat, Taruna peraih Adhimakayasa, dan perwira alumni Akmil yang gugur di daerah operasi.

Tugu helikopter Bell-205 menjadi penanda Museum Taruna Abdul Djalil di Akmil Magelang. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Semua atribut dan asesoris yang melekat pada diri taruna, terpampang lengkap di Museum. Pun seragam taruna dari masa ke masa beserta tanda-tanda kecakapannya.

Satu hal yang menarik adalah penataan ribuan senjata menjadi sebuah karya seni. Ratusan mungkin ribuan senjata yang dirakit menjadi satu bentuk itu, pastinya menambah decak kagum pengunjung. Begitu pula di tempat lain, ribuan senjata itu disambung dan ditumpuk sehingga menjadi sebuah weapons tunnel atau lorong senjata untuk masuk ke ruang display berikutnya.

Menurut KSAD, semua senjata ini sejatinya sudah dalam kondisi rusak. Oleh tim dikumpulkan dari berbagai tempat gudang penyimpanan senjata TNI AD. “Tentunya sudah kosong, sudah dilepas semua mekanisnya,” ujar Jenderal Dudung menjelaskan.

Pada bagian lain, juga ada koleksi berbagai jenis senjata yang dihibahkan dari dari koleksi pribadi para petinggi TNI AD. Seperti koleksi Jenderal (Pur) M Panggabean, Jenderal (Pur) Try Sutrisno, dan Letjen (Pur) Prabowo Subianto.

Puluhan senjata ini berhasil disulap menjadi sebuah karya seni di Museum Taruna Abdul Djalil. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Untuk merangkul generasi milenial, Museum juga menyediakan sejumlah fitur layar sentuh untuk mengakses informasi. Juga ada ruang khusus untuk menembak sasaran secara digital.

Museum Taruna Abdul Djalil Akmil Magelang mengalami renovasi sejak Jenderal Dudung menjabat sebagai Gubernur Akmil periode 2018-2020. Dalam pengerjaan renovasi Museum ini, Dudung menggandeng sebuah tim kreatif dari Bandung.

Museum seluas 980 m2 ini berlokasi tidak jauh dari Mako Akmil. Sebagai penanda, di depan musuem dipajang sebuah helikopter Bell-205.

Abdul Jalil sendiri adalah seorang taruna Akademi Militer Yogyakarta yang gugur pada 22 Februari 1949 dalam tugas operasi di pelataran Sambiloto, Kalasan, Yogyakarta.

Museum ini diresmikan pertama pada 4 Oktober 1964 oleh Brigjen TNI Soerono Reksodimejo. Seiring perkembangan waktu dan bertambahnya koleksi, Museum pun diperluas dan kembali diresmikan dengan nama “Museum Taruna” oleh Gubernur AMN Mayjen TNI Achmad Tahir pada 5 Oktober 1968.

Pada 10 November 1975, museum diresmikan lagi oleh Mayjen TNI Wijogo Atmodarminto dengan nama “Museum Taruna Abdul Jalil”.

Terowongan senjata ini dibuat dari ribuan senjata yang sudah rusak sehingga menjaid sebuah karya seni. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Museum Taruna Abdul Jalil dibuka setiap hari kerja pukul 08.00 sampai dengan 15.00. Tentu museum ini bisa Anda datangi bersama keluarga di waktu libur. Anda cukup mengirimkan surat permohonan kunjungan yang ditujukan kepada Gubernur Akmil.

Hanya saja perlintasan mylesat.com di Museum ini sangatlah singkat. Sehingga tidak bisa memberikan gambaran lebih utuh. Butuh waktu lebih banyak untuk menikmati setiap etalase sejarah yang ditampilkan di Museum Taruna Abdul Jalil.

Tidak lah berlebihan jika disebutkan bahwa Museum Taruna Abdul Jalil tidak hanya sekadar museum yang menyimpan jejak sejarah, tapi ini adalah sebuah galeri seni. 

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply