Tim Jaguar Juga Punya Polisi Cantik, Lho?

Kembali maraknya aksi begal di jalan raya di kawasan Kota Depok, membuat Tim Jaguar Polres Kota Depok kembali harus bekerja keras. “Tradisi” patroli sepanjang malam pun kembali mereka lakoni, seperti tahun pertama tim ini dibentuk tahun 2014.

“Sekarang kami (patroli) malam terus Pak, dinasnya malam terus,” tulis Kepala Tim Jaguar Iptu Winam Agus melalui pesan singkat WA kepada mylesat.com.

Seiring situasi keamanan yang kembali terganggu di Depok, Tim Jaguar pun menjadi sorotan media. Tim pun berkali-kali diliput media dan anggotanya diprofilkan. Termasuk dua anggota polwan yang menjadi anggota Jaguar, yaitu Bripda Amelda Yulianti dan Bripda Suci Amalia.

Sejak kapan mereka bergabung dengan Jaguar?

Sebenarnya tidak ada program khusus di Jaguar untuk merekrut anggota Polwan. Secara tidak sengaja, dua anggota Polwan Polres Depok yang mengikuti ujian kesamaptaan wajib enam bulan sekali, terlihat menonjol dari rekan Polwan lainnya. Nilai kesamaptaan mereka di atas rata-rata.

Beberapa anggota Jaguar yang waktu itu terlibat sebagai penguji, sepakat mengusulkan kedua Polwan ini kepada Katim Jaguar Iptu Winam Agus untuk diangkat sebagai anggota baru, seperti ditulis di Majalah Commando edisi April 2017.

Iptu Winam dengan Bripda Amelda Yulianti. Foto: beny

“Tidak lama kemudian kami diminta masuk Jaguar, dan malamnya langsung tugas patroli,” kenang Bripda Amelda Yulianti dan Bripda Suci Amalia tersenyum manis.

Sejak bergabung dengan Jaguar tahun 2016, Amel dan Suci menjalani penugasan yang tidak ada bedanya dengan polisi laki-laki. Patroli malam dari pukul 23.00 hingga 04.00 pagi mereka jalani.

Pengejaran pelaku kejahatan di wilayah Depok yang melarikan diri ke provinsi lain, mereka pun dilibatkan. Bahkan Amelda pernah jatuh dari motor trail saat mengejar pelaku balapan liar.

“Luka-luka di tangan doang, asal muka tidak sampai lecet nggak masalah, saya kan cewek,” aku Amelda yang bertubuh kecil tapi pemegang sabuk hitam karate dan judo ini.

Yang menegangkan, ujar Suci, adalah mengejar dengan motor anak-anak tawuran yang pastinya membawa senjata tajam. “Kalau mereka menebaskan senjata, pedangnya kan panjang sekali, pasti kena saya.

Kalau malam karena gelap, kadang kita tidak bisa melihat apa yang mereka bawa,” tutur Suci. Kejadian pernah menimpa Wakatim 1 Aiptu Iwan Nugraha yang mendapat lemparan batu cukup besar selagi di atas motor.

“Kami tidak tahu awalnya Jaguar itu seperti apa. Yang kami tahu Jaguar itu patroli. Kami baru tahu patrolinya sampai pagi setelah masuk.

Kami siap kapanpun dipanggil, karena memang kami suka. Kapan Jaguar kumpul kami pasti datang,” kata Amel yang diamini Suci.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: