Hankam

USAF Inginkan 165 Pembom Siluman!

Anggaran yang semakin ketat, memaksa Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) sekalipun berhemat. Namun kebutuhan operasional tetap tinggi, sehingga USAF tetap menginginkan armada pembom di masa depan hingga 165 pesawat. Itupun tidak semata B-21 Long Range Strike Bombers (LRSB).

Pembom B-21 rencananya akan memperkuat USAF pada 2020.

USAF menghabiskan tidak kurang dari 55 miliar dolar AS untuk pengadaan 100 pesawat generasi lanjut sebagaimana halnya Long Range Strike Bomber. Namun program ini mendapat tekanan kuat dari anggota parlemen Mike Gallagher, R-Wis dari Partai Republik. Ia mempertanyakan, apakah USAF akan membeli lebih banyak pembom, yang akan dirancang untuk menghadapi rudal permukaan ke udata dan melindungi pesawat koalisi serta drone.

“Bisakah anda jelaskan logika strategisnya bahwa USAF menerima 100 pesawat,” tanya Gallagher.

Namun apapapun, angka 165 pembom dinilai masuk akal bagi USAF. Karena angka 165 ini merujuk kepada jumlah total pembom, bukan hanya B-21.

USAF saat ini mengoperasikan 62 pembom B-1B Lancer, 20 B-2 Spirit, dan 77 B-52 Stratofortress dengan total 159 pembom.

USAF pada 2015 memberikan kontrak awal kepada Northrop Grumman Corp untuk mulai mengembangkan B-21, yang akan menggantikan armada B-1. Pembom B-21 diperkirakan seharga 550 juta dolar AS per pesawat.

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close