SAAB Sambut Suksesnya Terbang Perdana Gripen E

Minggu lalu (15/6), SAAB menandai langkah menentukan dengan sukses menerbangkan jet tempur Gripen E. Keberhasilan ini tak pelak langsung memperkuat lini pemasaran SAAB untuk menawarkan jet tempur generasi terbaru ini kepada dunia seperti rilis saabgroup.com.

Dalam penerbangan perdananya, JAS-39 Gripen E (designation 39-8) lepas landas dari lapangan terbang di Linköping, Swedia milik SAAB. Pesawat kemudian terbang di atas Östergötaland sekitar 40 menit sebelum kembali mendarat. Selama penerbangan, sejumlah sistem diuji termasuk roda pendarat seperti dilaporkan Corren.

“Penerbangan berlangsung seperti yang diharapkan, dengan kinerja pesawat sesuai pengalaman saat simulasi. Akselerasinya sangat mengesankan dengan handling yang halus. Saya sangat senang bisa mengujicoba penerbangan perdana ini, ” aku Marcus Wandt, pilot uji SAAB.

Penerbangan perdana Gripen E semula direncanakan tahun 2016, namun tertunda 6 bulan untuk memungkinkan SAAB menyempurnakan perangkat lunaknya. Pada bulan Mei, petinggi SAAB menyebut keputusan tersebut “benar” karena memungkinkan mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memastikan bahwa semua risiko telah dieliminasi.

“Hari ini kita telah menerbangkan pesawat tempur kelas dunia ini untuk pertama kalinya. Kami mencapainya dengan perangkat lunak yang memenuhi syarat untuk sistem avionik revolusioner. Kami akan memberi pelanggan kami sistem tempur yang cerdas dengan masa depan yang dirancang sejak awal,” urai Jonas Hjelm, kepala unit bisnis aeronautika SAAB dalam sebuah pernyataan.

Gripen E adalah pesawat tempur canggih yang dikembangkan dari versi sebelumnya. Dibandingkan dengan Gripen C/D, panjang Gripen E/F meningkat dari 14,1 meter menjadi 14,9 meter,  rentang sayap dari 8,4 meter menjadi 8,6 meter, berat maksimum lepas landas dari 14 ton menjadi 16,5 ton serta daya bopong persenjataan jadi 1,5 ton.

Jangkauan terbang juga bertambah 40% dengan tanki bahan bakar internal lebih besar. Pun mesin 22% lebih kuat, sementara radar dan sistem peringatan dini lebih andal.

Penerbangan perdana yang dilakukan hanya beberapa hari sebelum dibukanya Paris Air Show, memberikan sinyal positif kepada SAAB dengan meyakinkan para calon pembeli untuk tidak ragu menoleh jet tempur ini.

Harapan tender masa depan Gripen E ada di Belgia dan Finlandia 

Angkatan Udara Swedia diperkirakan menjadi calon pengguna Gripen E, dengan memberikan komitmen membeli 60 Gripen E. Sementara Brazil memesan 36 pesawat, termasuk 8 versi dua kursi Gripen F untuk keperluan latihan. Pengiriman pesawat untuk Swedia dan Brazil akan dimulai pada tahun 2019.

Selain Brazil yang sudah final, SAAB juga menaruh harapan besar terhadap India yang sebelumnya menyatakan keinginan membeli lebih 100 jet tempur sejilai 20 miliar dolar AS. Begitu juga dengan TNI AU, masih menjadi tujuan pemasaran SAAB yang berencana mengganti pesawat F-5E/F Tiger II dengan generasi 4,5.

Presiden Botswana, Ian Khama yang hari ini tiba di Stockholm untuk menegosiasikan kesepakatan kontroversial dengan SAAB, mungkin calon pembeli potensial lainnya bagi Gripen. Botswana siap membeli delapan Gripen generasi sebelumnya dengan total 1,6 miliar dolar AS, yang memicu protes dari oposisi negara tersebut dan diperkirakan akan memicu perlombaan senjata di wilayah tersebut.

Swedia adalah salah satu eksportir senjata terbesar di dunia, dengan tahun 2016 disebut berhasil menjual persenjataan senilai 1,3 miliar dolar AS.

Sejarah Gripen diawali pada tahun 1979, ketika pemerintah Swedia memulai studi pembangunan pesawat yang mampu melakukan misi tempur, serangan dan pengintaian untuk menggantikan Saab 35 Draken dan 37 Viggen.

Desain baru dari SAAB terpilih dan dikembangkan sebagai JAS 39, dan terbang perdana tahun 1988. Gripen mulai memperkuat AU Swedia pada tahun 1997.

Varian yang ditingkatkan dengan mengusung avionik lebih maju serta mampu beroperasi lebih lama ini, mulai berdinas tahun 2003.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: