Yakin Mau Jadi Anggota Taifib Marinir, Bersiaplah untuk Latihan 10 Bulan

Menjadi pasukan khusus memang hanya pilihan bagi segelintir prajurit. Berat dan kerasnya latihan sudah menjadi seleksi awal bagi yang ragu. Anda punya nyali?

Pilihan itu diambil oleh 32 prajurit Korps Marinir TNI AL. Mereka terpilih sebagai siswa kader terbaik calon prajurit pasukan khusus Intai Amfibi Marinir untuk mengikuti Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Angkatan 43.

Pendidikan yang dijalani secara maraton selama 10 bulan itu dibuka pada 29 September 2016 dan ditutup 13 Juli 2017. Satuan Intai Para Amfibi Korps Marinir didirikan pada 13 Maret 1961, yang merupakan hari kelulusan siswa SIPAM (Sekolah Intai Para Amfibi) angkatan pertama.

Selama masa pendidikan nyaris setahun itu, para siswa akan menjalani pendidikan keras dengan berbagai materi pendidikan.

Seperti Hell Week, Menembak Senjata Ringan, Menembak Senjata Bantuan, Tahap Kelautan, Tahap Komando Hutan, Tahap Intai Amfibi, Lintas Medan Banyuwangi-Surabaya, Para Dasar, Free Fall, dan Tahap Intelijen.

Pendidikan khusus Taifib di lingkungan Korps Marinir yang dilaksanakan oleh SIPAM saat ini ditangani oleh Sekolah Khusus Marinir (Sesusmar) di bawah  binaan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Laut.

Lambang Batalion Taifib Marinir TNI AL

Guna memastikan latihan berjalan sesuai program yang sudah ditetapkan, Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) Laksda TNI I Gusti Putu Wijamahaadi didampingi Wakil Komandan Kodiklatal Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, meninjau Latihan Praktek Intai Amfibi siswa Diktaifib Angkatan 43 di Pusat Latihan Tempur Lampon, 9-10 Maret lalu.

Dalam kunjungannya, Komandan Kodiklatal menyaksikan beberapa olah keterampilan dasar siswa Diktaifib. Di antaranya kemampuan serbuan (raid) amfibi, daki serbu, improvisasi bahan peledak, tembakan serbuan amunisi tajam (dopper) serta renang dan dayung tembus gelombang.

Tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa, baik perorangan maupun tim dalam berbagai kegiatan perang khusus. Dengan demikian mereka diharapkan mampu bergerak dan bertempur di berbagai medan dan rintangan.

Sementara sasaran latihan adalah, siswa mampu melaksanakan tugas sebagai badan pengumpul keterangan tentang musuh, medan, cuaca serta aspek hidrografi dalam rangka mendukung pelaksanaan operasi amfibi dan operasi khusus.

Siswa juga diharapkan mampu melaksanakan operasi tempur dan operasi khusus secara perorangan dan tim pada berbagai bentuk dan keadaan medan, serta mampu melaksanakan infiltrasi dan pertempuran khusus sebagai satuan Intai Amfibi melalui media darat, laut, dan udara.

Latihan Diktaifib diselenggarakan oleh Sesusmar yang dipimpin oleh Mayor Marinir Joko Fitrianto. Latihan dilaksanakan di sejumlah daerah latihan di Jawa Timur, menyesuaikan dengan tahapan dan sasaran latihan.

Mulai dari daerah latihan di Surabaya, Gresik, Mojokerto, Situbondo, dan Banyuwangi. “Saya minta kalian terus bersemangat dalam melaksanakan latihan, dan kepada pelatih agar bisa melaksanakan latihan dengan tuntas, aman dan sukses,” ujar Laksda Gusti Putu Wijamahaadi memberikan motivasi.

Dalam peninjauannya, Komandan Kodiklatal didampingi juga oleh Direktur Doktrin Kodiklatal Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr(Han), Direktur Pendidikan dan Latihan Kodiklatal Laksma TNI Gregorius Agung WD, M.Tr (Han), Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) Kodiklatal Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E, dan Direktur Pengkajian dan Pengembangan Kodiklatal Laksma TNI Bernhard Setyabudiheruyono.

Hell Week

Tahapan pendidikan yang harus dilalui pada tahap awal atau dasar ini dimulai dari Basis Kodikmar Gunungsari Surabaya selama satu bulan.

Di ujung tahap ini dilaksanakan ujian akhir materi dalam bentuk Hell Week di daerah Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan sekitarnya. Tahap selanjutnya merupakan pemantapan teori dan drill teknik maupun taktik pertempuran perorangan dan kelompok di Basis selama tiga bulan.

Tahap akhir merupakan latihan praktik selama enam bulan. Meliputi menembak senjata ringan, menembak senjata bantuan infanteri, penyelaman, kelautan, komando hutan, para dasar, free fall, intelijen, dan intai amfibi.

Tahap latihan praktik dilaksanakan di daerah latihan Koarmatim Surabaya, Lanudal Juanda Sidoarjo, Lapangan Tembak Karangpilang, Puslatpurmar Purboyo Malang, pantai pesisir selatan Malang, Puslatpurmar Baluran, pantai pesisir utara Situbondo, Gunung Baluran, Puslatpurmar Lampon, pantai pesisir selatan Banyuwangi dan sekitarnya.

Disamping Pendidikan Intai Amfibi Marinir, Sekolah Khusus Marinir juga menyelenggarakan pendidikan dan kursus terkait pengembangan pendidikan dan latihan profesi prajurit Intai Amfibi Marinir. Selain itu, Sesusmar melaksanakan juga pendidikan keterampilan khusus prajurit TNI AL baik dari Korps Marinir maupun non Marinir.

Pendidikan dan kursus yang diselenggarakan Sesusmar meliputi, Pendidikan Intai Amfibi Marinir, Sustih (kursus pelatih) Diktaifib, Pendidikan Para Dasar, Pendidikan Kursus Terjun Bebas TNI AL/Free Fall, Sustih Jumping Master Para Dasar, Sustih Jumping Master Free Fall, Pendidikan Para Lanjut Tempur, Sustih Satuan Kecil dan Sustih Pendidikan Komando Marinir.

1 2Next page

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: