Benar-benar timsus
Sambil menyelam minum air, Winam dengan restu Kombes Dwiyono berusaha melengkapi peralatan dan persenjataan Jaguar secara mandiri. Karena ia sadar betul keterbatasan anggaran Polres sehingga tidak mungkin mengandalkan sepenuhnya kepada komando atas. Kemandirian menjadi ciri utama Jaguar sejak timsus ini dibentuk.
Satu demi satu peralatan diperoleh, baik dari Satker di Polres Depok maupun dari pengusulan di Polda Metro Jaya dan Sarpras (Sarana dan Prasarana) Polri di Jakarta. Seperti dari Satker Sabhara, Winam memperoleh 20 pucuk senapan SS1 Sabhara V2 dan rompi. Dari Sarpras diperolehnya helm taktis yang sudah tidak dipakai untuk kemudian diperbaiki.
Seiring prestasi yang mulai ditabung Jaguar dan tak lepas dari pemberitaan di media cetak dan elektronik, kepercayaan pun dengan perlahan didapat dari pimpinan Polri. Konkritnya diwujudkan dalam bentuk bantuan peralatan dan persenjataan termasuk kendaraan pendukung.
Dari Polda Metro Jaya, Jaguar memperoleh mobil SUV Ford Ranger D-Cab dan delapan sepeda motor trail Kawasaki KLX 150. Juga peralatan PHH (pasukan huru hara), tameng, dan helm.
“Cuma tidak ada helm balistik dan rompi tempur, namun tidak apa-apa, kami harus mandiri. Akhirnya rompi Sabhara yang tipis kami rombak dengan menambahkan plat Level IV,†beber Winam.
Masih di era Kapolres Kombes Dwiyono, kepada para komandan di lingkungan Jaguar diberikan senapan Steyr AUG dan pistol HS-9. Dwiyono juga mengganti KLX 150 dengan yang lebih tangguh, yaitu KLX 250 plus satu unit Kawasaki Ninja 250R.
Belum berhenti sampai di situ, kiriman helm taktis dan rompi serbu pun tiba di markas Jaguar. Dengan peralatan yang semakin lengkap, tidak heran sosok Jaguar mulai memancing rasa ingin tahu. Termasuk selorohan senapan Steyr yang digunakan Jaguar, karena di lingkungan Polri memang jadi ciri khasnya Gegana.
Tak heran ada saja yang iseng di sosial media menanyakan, itu Steyr beneran atau airsoft. “Jaguar kami beri senjata khusus, kendaraan khusus karena namanya tim khusus, jadi harus khusus dan beda,†kata Wakapolres Depok AKBP Candra Sukma Kumara.
Melihat kiprah dan bentuk penugasan anak buahnya yang sangat taktis dan mobil, oleh Kapolres Depok saat ini Kombes Herry Heryawan, diberikan kesempatan berlatih pertempuran jarak dekat (CQB) di shooting house Mega Mendung, Bogor.
Pelatihnya pun tidak sembarangan yaitu dari Korps Brimob Polri yang jebolan pendidikan CRT di Amerika Serikat. “Satu-satunya Polres yang pakai Steyr cuma kami, satu-satunya Polres yang latihan CQB juga cuma kami,†ujar Winam membanggakan satuannya.
Sebagai mantan Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Herry tahu betul apa yang dibutuhkan tim seperti Jaguar. Sebuah mobil Mitsubishi Strada 2017 hibah dari Pemda Depok untuknya sebagai Kapolres, oleh Herry malah diberikan kepada Jaguar.
Selain berlatih menembak di Brimob, Timsus Jaguar juga dicarikannya akses berlatih di shooting house milik Polda Metro Jaya yang baru dibangun di kawasan Pasar Minggu.
Kombes Herry tak lupa melengkapi anak buahnya dengan rompi balistik Level IV. “Setelah berlatih CQB, Kapolres meminta Jaguar tidak hanya preventif dan patroli semata tapi juga sebagai tim tindak mendukung Reserse,†jelas Winam.
Karena tingginya penugasan yang harus dijalani, satu demi satu anggota Jaguar terseleksi oleh waktu. Berbagai alasan disampaikan untuk mengundurkan diri.
Sangat bisa dipahami, karena dengan menjadi anggota Jaguar, seorang anggota harus siap 24 jam. Siang menjadi polisi umum, malam hari berganti kostum sebagai Jaguar. Sesuatu yang tidak mudah dilaksanakan.
Akhirnya saat ini Tim Jaguar beranggotakan 17 personel. Anggota termuda adalah dua Polwan yang bergabung tahun 2016. Seiring mulai menurunnya tingkat kriminalitas di wilayah Depok, patroli malam pun dikurangi hingga menjadi tiga kali seminggu saja dari sebelumnya setiap malam. Yaitu malam Rabu, Sabtu, dan Minggu.
Winam pun memaksimalkan sumber daya yang dimiliki Jaguar. Jika sebelumnya patroli malam selalu dilakukan dengan kekuatan penuh Tim Jaguar, maka sekarang dibagi menjadi dua regu.
Setiap regu dipimpin seorang bintara tinggi berpangkat Aiptu yang disebut wakil kepala tim (Wakatim). Wakatim 1 dipimpin oleh Aiptu Iwan Nugraha dan Wakatim 2 dipercayakan kepada Aiptu Tulus Widodo.
Namun jika dibutuhkan di siang hari, Tim Jaguar pun dengan segera berkumpul. “Bila diminta membantu represif dengan Reserse, Jaguar diikutkan. Reskrim kalau di-backup Jaguar jadi tambah PD (percaya diri),†jelas AKBP Candra.
Baru lalu, melihat sejumlah keberhasilan yang dilakukan Jaguar di wilayah Polresta Depok, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian akhirnya memberikan apresiasi dalam bentuk bantuan 5 unit sepeda motor Kawasaki KLX 250, seperti yang selama ini sudah digunakan Jaguar.
Sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan tanpa ragu juga, memberikan 3 pucuk senapan Steyr lagi. “Total motor sekarang 12, senapan Steyr jadi 6 pucuk,” ujar Winam bangga.
Selain itu, diakui Winam, timnya juga memperoleh 12 pucuk pistol beladiri mungil Beretta Nano kaliber 9mm. “Terlalu kecil dan hanya bisa masuk 7 peluru, tapi bagus untuk cadangan,” tuturnya.
1,5 tahun ngalong
Timsus Jaguar membutuhkan relawan yang mampu bekerja melebihi tuntutan, melebihi tugas pokoknya sebagai polisi. Seseorang dengan totalitas tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat. Anda sanggup patroli setiap malam dari pukul 23.00 hingga 05.00?
Yakinlah, tidak semua anggota polisi sanggup menjalankannya. Karena ingin membuktikannya, Commando pun mengikuti patroli Jaguar pada malam Minggu, 26 Maret 2017 mulai dari pukul 00.00 hingga 04.30 WIB. Anda adrenalin junkies pasti akan suka, namun harus siap-siap mental karena ini tidak sekadar muterin wilayah Depok semalaman.
Benar saja. Mendengarkan pengalaman anggota Jaguar sejak memulai patroli pada tahun 2014, sungguh “perjanjian†yang diucapkan Winam di awal perekrutan tidak omong kosong. Depok yang dalam status darurat begal membutuhkan terapi tingkat tinggi yang konsisten, tegas, dan fleksibel dalam bertindak.
“Kami jalan dari jam 10 malam sampai 5 pagi, kilometer kendaraan bisa nembus 100 kilometer ngubek-ngubek Depok. Kami mengisi tempat-tempat kosong yang rawan sehingga tercipta situasi aman. Satu tahun setengah kami lakukan setiap hari, ngalong, dan sekarang keamanan mulai tercipta. Dulu orang lewat Jalan Juanda saja ngeri, masih sore sudah kebut-kebutan. Dalam  seminggu kami tekan dengan keras sehingga cepat selesai,†beber Winam.
Pernah juga motor-motor Jaguar melewati batas wilayah hukum Depok, ketika diminta membantu mengamankan sebuah Polsek di wilayah Jakarta Timur. Terlalu banyak untuk diceritakan semuanya, yang mungkin bisa mengisi semua halaman di majalah ini.
Tidak hanya tawuran dan pembegalan, lanjut Winam, Jaguar juga memberikan pelayanan kepada warga yang “berkeliaran†di tengah malam. Seperti membantu gelandangan, menemani orang di perempatan jalan atau menyuruh pulang anak-anak yang berkumpul di pinggir jalan. Itulah wajah humanis Jaguar yang tidak seperti polisi pada umumnya.
“Kami pakai bahasa umum, bahasa masyarakat namun tetap tegas. Kami menjalankan tugas polisi secara benar, tampil humanis, dekat dengan masyarakat, kehadiran kami membuat mereka nyaman,†jelas Winam.
Sebagai tim, Jaguar tidak hanya tampil sebagai penegak hukum yang tegas dan berwibawa. Dalam situasi tertentu seperti kunjungan ke sekolah atau sosialisasi keamanan, Tim Jaguar bisa tampil ceria dengan berjoget bersama di tengah lapangan. Karena itu, di antara anggota Jaguar ada nama lain untuk timsus ini: tim hore!
Lebih hebat lagi, saking populernya Tim Jaguar, panggilan tidak hanya datang dari warga Depok. “Pernah ada yang menelepon saya melaporkan kejadian di Palembang, saya bilang bahwa saya ini polisi Depok jadi tidak bisa bantu…. ha ha ha,†kata Winam.
Sepantasnyalah Tim Jaguar dijadikan role model oleh Polri dalam membentuk tim serupa di sejumlah Polres yang dinilai memiliki tingkat gangguan keamanan yang tinggi.
Karena itulah, tak heran Kapolri sampai melontarkan ucapan bahwa Tim Jaguar harus menjadi model tim khusus di lingkungan Polri.
17 Jaguar, Sang Penjaga Malam Kota Depok
Saat ini, Tim Jaguar diperkuat oleh 17 personel polisi Polresta Depok. Pengabdian yang pantang menyerah, terus mereka perlihatkan bahkan ketika gangguan keamanan di wilayah Depok kembali meningkat akhir-akhir ini. Tak pernah surut sedikitpun keinginan mereka untuk terus berpatroli, menjadi penjaga malam Kota Depok.
Inilah daftar nama lengkap ke-17 anggota Tim Jaguar Polresta Depok.
Iptu Winam Agus, Aiptu Iwan Nugraha, Aiptu Tulus Widodo, Aiptu Ketut Suwinta, Bripka Hari Wijayanto, Bripka Vino Purbo Yudharta, Brigadir Yulius Alexander, Brigadir Andri, Brigadir Komang Sudiarta, Brigadir Ari Sparta, Briptu Zuhdi Hasibuan, Briptu Nur Iskandar, Briptu Aditya Alfianto, Briptu Wahyu Anggo, Briptu Fauziansyah, Bripda Amelda Yulianti, Bripda Suci Amalia.
Teks: beny adrian