Begini Cara KSAU Mensyukuri Nikmat dan Menyemangati Anak Buahnya

Tidak ada keberhasilan yang datang dengan sendirinya. Di samping kerja keras, tawakal, dan berserah diri kepada Allah SWT, mendoakan para leluhur pun menjadi bagian dari rasa syukur atas nikmat yang diterima.

Mencapai posisi tertinggi di lingkungan TNI AU dengan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara, merupakan cita-cita setiap perwira TNI AU. Namun semua juga sadar, hanya satu orang di setiap generasinya yang akan menduduki kursi terhormat itu. Sehingga kepercayaan yang diberikan kepada seorang perwira untuk menjadi kepala staf, adalah pencapaian tertinggi seorang perwira di lingkungan matranya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tiada henti-hentinya mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan negara kepadanya sebagai KSAU. Presiden Joko Widodo melantik Hadi sebagai KSAU di Istana Negara pada Rabu, 18 Januari 2017.

Salah satu bentuk rasa syukurnya adalah dengan menyambangi makam para leluhurnya di tiga tempat pemakaman umum di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Nyekar dilakukan Hadi bersama istri Nanny Hadi Tjahjanto pada Sabtu (22/7/2017), sehari sebelum pelaksanaan karya bakti TNI AU di Banyumas.

Di setiap pemakaman yang dikunjunginya, Hadi dan istri tak lupa berdoa dengan khusyu sambil menundukkan kepala, dipandu seorang ustadz. Kemudian keduanya menaburkan kembang di atas pusara para leluhur. Menurut beberapa orang yang mylesat.com ditemui di lokasi, komplek pemakaman itu jauh lebih baik setelah Hadi menjadi KSAU.

Di salah satu pemakaman yang didatangi, lokasinya berada di ketinggian. Sehingga Hadi dan istri harus dibonceng menggunakan sepeda motor oleh anggota Koramil setempat. Meski jalannya diaspal halus, tak pelak membuat pengawal dan ajudan KSAU khawatir. “Sebelumnya jalan ini masih berbatu, harus jalan kaki,” bisik salah seorang staf KSAU.

“Saya berdarah Banyumas, bapak saya dan leluhur saya asli Banyumas dan dimakamkan di sini. Mereka dulunya pendukung Pangeran Diponegoro yang kemudian hijrah ke Banyumas,” jelas Hadi.

Hanya saja orang tuanya Bambang Sudarto yang diterima sebagai prajurit TNI AU tahun 1959, ditempatkan di Lanud Abdurahman Saleh, Malang.

Kopral Bambang bertugas sebagai anggota teknik yang mengurus pesawat MiG-17 yang berpangkalan di Malang. “Saya khusus di bagian airframe,” ujar Bambang singkat kepada mylesat.com. Kesibukan luar biasa dialaminya tak lama kemudian, menyusul Operasi Trikora yang digelar di Irian Barat. “Sibuk sekali, karena harus menyiapkan pesawat, saya hanya di Malang nyiapin, nggak sampai dikirim ke sana,” tutur Bambang.

Rasa syukur itu pun coba ditularkan Hadi kepada setiap anggota TNI AU yang dikunjunginya dimanapun, dengan selalu memberikan semangat bahwa keberhasilan bukan tidak mungkin bisa diraih oleh siapapun. Termasuk ketika meninjau kesiapan pelaksanaan upacara Hari Bakti TNI AU ke 70 di Lanud Adi Sucipto, Kamis (27/7) yang akan berlangsung Sabtu, 29 Juli 2017.

“Seperti saya anak seorang sersan kepala, tapi bisa menjadi kepala staf angkatan udara seperti sekarang, itu karena doa dari orang tua serta pasrah kepada tuhan. Prinsip hidup saya itu mengalir seperti air dan selalu bersikap positif,” ujar Hadi di hadapan tim inti restorasi pesawat Cureng di hanggar Skatek 043 yang rata-rata sudah bintara senior.

“Berikan pendidikan yang terbaik buat anak-anak, bimbing mereka, jaga mereka, insya allah akan lahir pemimpin-pemimpin terbaik TNI dan bangsa ini dari putra bapak-bapak,” tutur Hadi lagi yang diaminkan semuanya.

Kepedulian KSAU kepada pendidikan memang tinggi dan tidak main-main. Perhatian itu diberikannya dalam bentuk dukungan kepada pendidikan untuk anak-anak usia dini (PAUD). Menurut Hadi, saat ini sudah semua satuan kerja di lingkungan TNI AU hingga di daerah, mendirikan PAUD untuk membentuk karakter anak bangsa sejak dini. “Saya dukung semuanya, demi masa depan Indonesia,” jelas Hadi.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: