Harus Kuasai Terbang Instrumen, 51 Siswa Sekbang TNI Jalani Latihan Terbang Malam

Terbang malam adalah fase yang sangat menentukan dalam pendidikan seorang penerbang. Karena terbang di malam hari yang gelap, sangatlah berbeda dengan terbang di siang hari.

Seorang siswa harus betul-betul menguasai instrumen di hadapannya, menjadi satu-satunya sistem yang harus dia kuasai.

Fase itulah yang harus dilewati oleh 51 orang siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI angkatan 93 di Lanud Adisumarmo, Solo. Pendidikan bina terbang latih dasar untuk materi terbang malam berlangsung dari 31 Juli hingga 23 Agustus 2017.

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga saat memotong tumpeng doa bersama pembukaan terbang malam siswa sekbang di shelter Grob, Senin (31/7). Foto: Pen Lanud Adisucipto

Latihan terbang malam diselenggarakan oleh Skadron Pendidikan (Skadik) 101. Latihan dimaksudkan untuk memberikan pengenalan awal terbang pada malam hari kepada siswa yang baru pertama kali melaksanakan terbang dalam kegelapan.

Pembukaan Latihan Terbang malam dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga,M.M., ditandai selamatan dan doa bersama di shelter Grob 101 Lanud Adisumarmo, Surakarta, Senin (31/7).

Usai acara, Komandan Skadik 101 Letkol Pnb Humaidi Syarif Romas mengatakan bahwa siswa Sekbang harus mampu menguasai teknik dasar terbang malam, mengidentifikasi objek malam hari, bernavigasi dan menggunakan instrumen dalam kondisi visibility minimum serta melaksanakan landing.

Siswa Sekbang Angkatan 93 berjumlah 51 orang terdiri dari 42 orang dari AU, 7 dari AD, dan 2 dari AL. Direncanakan setiap siswa akan melaksanakan terbang sebanyak  5 sorti.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: