Belly Landing, Keputusan yang Tepat Saat A-10 Kehilangan Kendali

Sebulan lalu, sebuah kejadian menimpa pembom darat kenamaan milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS), A-10 Warthog. 

Tepatnya, pada 20 Juli 2017, sebuah A-10 terpaksa melakukan pendaratan darurat menggunakan perutnya (belly landing) karena kerusakan sejumlah komponen.

Seperti dituturkan pilotnya, Kapten Brett DeVries, Senin (14/8/2017), ia terpaksa mengambil keputusan terburuk dari serangkaian pilihan buruk setelah komunikasi radio rusak, kanopi pesawat lepas, dan roda pendaratan tidak bisa keluar. Situasi yang pasti tidak diinginkan pilot manapun.

Kapten DeVries melakukan pendaratan darurat setelah badai berlalu. “Pada saat itu baru disadari pentingnya latihan. Pelatihan itulah yang menyelamatkan saya dan wingman,” ujar DeVries dalam keterangannya.

A-10 yang diterbangkan dan pesawat lainnya melaksanakan latihan penyerangan. Ketika kanon tujuh laras Gatling 30mm GAU-8 Avenger berhenti menyalak, tiba-tiba kanopi pilot mencelat. Saat kejadian, kecepatan pesawat sekitar 375 mil per jam.

Mestinya DeVries dengan mudah terlontar melalui kursi. Namun ia khawatir karena gelap, dan tidak tahu persis kondisi pesawat.

Ia pun lantas berbicara dengan Mayor Shannon Vickers tentang “setiap kemungkinan”.

Akhirnya DeVries memutuskan mendaratkan pesawat di lapangan terbang di Alpena, sebuah kota di Michigan timur laut sekitar 250 mil dari Detroit.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: