Seperti Perang Dunia II, Rusia Akan Kembali Terima Perempuan sebagai Pilot Fighter

Beberapa waktu terakhir, sejumlah negara gencar mengumumkan penempatan perempuan di satuan operasional. Sejak Angkatan Darat Amerika Serikat mengizinkan perempuan ikut berlatih bersama Ranger, isu-isu lainnya menyusul kemudian.

Terakhir ini, Rusia kembali mengizinkan perempuan bertugas sebagai pilot tempur (female combat pilot). Inilah adalah keputusan pertama sejak Perang Dunia II.

Batch pertama yang mengikuti latihan cukup banyak, yakni 15 kadet perempuan diterima untuk mengikuti pendidikan di sekolah penerbang Krasnodar pada 1 Oktober, seperti dikutip kantor berita TASS.

Uni Soviet (Rusia), adalah satu-satunya negara sekutu yang mengirim pilot perempuan ke garis depan selama PD II. Mereka beroperasi sebagai pilot pembom dan pilot pesawat tempur.

Pilot-pilot perempuan ini cukup membuat nyali tentara Jerman ciut di Fron Timur. Pasalnya mereka punya cara unik untuk menekuk Jerman.

Dalam misi pemboman malam menggunakan pesawat bersayap dua (bi-plane), cewek-cewek manis ini melakukannya tidak seperti biasanya. Sebelum mencapai target, mereka mematikan mesin pesawat yang dalam hitungan detik kemudian, bom-bom mereka mengguncang kedudukan tentara Jerman.

Karena aksi berani ini, oleh tentara Jerman mereka diberi julukan Nachthexen alias penyihir malam.

Mereka berasal dari 588th Night Bomber Regiment, yang kemudian dikenal sebagai 46th “Taman” Guards Night Bomber Aviation Regiment.

Meskipun awalnya perempuan dilarang berperang, pemimpin Soviet saat itu, Joseph Stalin, mengeluarkan perintah pada 8 Oktober 1941 untuk mengirim 3 unit angkatan udara yang diisi pilot perempuan, yang salah satunya 588th Regiment.

Resimen yang dibentuk oleh Kolonel Marina Raskova dan dipimpin oleh Mayor Yevdokia Bershanskaya, diperkuat oleh relawan perempuan berusia belasan dan awal 20-an.

Meskipun ketiga resimen itu telah direncanakan untuk menugaskan perempuan secara eksklusif, hanya Resimen 588 yang seluruh anggotanya adalah perempuan selama perang.

Sementara Resimen 586 menggunakan mekanik pria karena tidak ada perempuan yang menerima pelatihan untuk memperbaiki pesawat tempur Yakovlev sebelum perang.

Komandan Resimen 586, Mayor Tamara Aleksandrovna Kazarinova, digantikan oleh seorang pria, Mayor Aleksandr Vasilievich Gridnev pada Oktober 1942.

Resimen 587 pada awalnya berada di bawah komando Marina Raskova, namun setelah kematiannya pada 1942, seorang perwira laki-laki, Mayor Valentin Vasilievich Markov, menggantikannya.

Pembom tukik asal Resimen 587, Petlyakov Pe-2, juga meminta seseorang bertubuh tinggi untuk mengoperasikan senapan mesin belakang atas, namun tidak cukup banyak wanita yang direkrut karena kurang tinggi.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: