Dekompresi Hantui Pilot AL AS Menyusul Pendaratan Darurat Super Hornet di Bahrain

Sebuah insiden kembali menimpa pesawat tempur milik Amerika Serikat.

Kali ini pesawat tempur F/A-18E Super Hornet milik AL AS yang berpangkalan di kapal induk USS Nimitz (CVN-68), mendarat darurat di Bandara Internasional Bahrain, Sabtu (12/8/2017) lalu.

Super Hornet yang berasal dari Strike Fighter Squadron (VFA) 146, lepas landas dari Nimitz dan mengalami kerusakan mesin. Situasi ini membuat pilot segera mengarahkan pesawat ke Sheik Isa Air Base di Bahrain, meski gagal.

“Tidak keburu ke Isa, pilot memaksa pesawat mendarat darurat di Bahrain International Airport. Dikarenakan malfunction, pesawat tidak bisa dihentikan di landasan dan karena itu pilot memutuskaan ejected dari pesawat saat di landasan pacu,” ujar Cmdr. Bill Urban dari AL AS.

Menurutnya, pilot mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam investigasi.

Insiden ini menyusul pengumuman Korps Marinir untuk “merumahkan” sementara semua pesawat untuk jangka waktu 24 jam dari kejadian di beberapa titik dalam dua minggu ke depan.

Insiden Super Hornet ini terjadi setelah skadron tempur AL AS yang berpangkalan di USS George HW Bush, di-grounded pada Juli lalu dikarenakan masalah di pesawat.

Satu hari setelah itu, Marinir juga mengumumkan grounded armada Hornet selama satu hari menyusul dua kecelakaan yang menewaskan total 19 orang.

Pekan lalu, sebuah MV-22 Osprey Marinir jatuh di dekat Australia, mengakibatkan tewasnya tiga Marinir.

Dalam sebuah peristiwa sebelumnya yang tidak dilaporkan, untuk pertama kali dalam perang tiga tahun melawan ISIS, skadron tempur AL AS meng-grounded selama satu minggu (12-19 Juli) armada Hornet yang berpangkalan di USS George H.W. Bush.

Pasukan Suriah yang didukung AS dalam perang melawan ISIS di Suriah, cukup kewalahan ketika dukungan udara ditarik.

Karena saat itu AL AS menarik 10 jet tempur F/A-18 di Skadron VFA-37, setelah dua pilot yang menerbangkan model lama F-18C Hornet mendadak sakit akibat dekompresi, sebuah masalah lama dengan tekanan kabin pesawat.

Karena sejumlah dekompresi menimpa penerbang, terutama yang terbang di pesawat model lama, USS George H.W. Bush dijadikan kapal induk pertama yang memiliki ruang chamber.

Total 8.000 tentara AS berpangkalan di Bahrain, yang sebagian besar adalah dari pelaut.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: