Panglima TNI soal KRI I Gusti Ngurah Rai: Modal TNI AL Menjadi Kelas Dunia Semakin Kuat

Dua hari berturut-turut, TNI mendapat kekuatan baru berupa alutsista untuk beroperasi di udara dan di laut. Penambahan alutsista ini merupakan bagian dari Renstra II TNI di dalam program MEF (minimum essential force)

Sebelumnya Selasa (9/1/2018), tiga helikopter serang AS555AP Fennec, satu CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA), dan dua helikopter AS565 MBe Panther AKS (antikapal selam) diserahkan oleh PT Dirgantara Indonesia kepada Menhan Ryamizard Ryacudu.

Maka pada Rabu (10/1/2018), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sebagai kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) Martadinata Class kedua di Dermaga Timur Benoa, Denpasar, Bali. Pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dipimpin langsung oleh Panglima TNI selaku inspektur upacara, diikuti upacara tradisi pengukuhan dalam adat  Bali.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ibu Kandung Kapal, melakukan tradisi pemecahan kendi. Foto: beny adrian

Dalam pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, Panglima TNI didampingi KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, dan KSAD Jenderal TNI Mulyono, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

KRI I Gusti Ngurah Rai merupakan kapal kedua proyek Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA) atau jenis kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514. Kapal ini merupakan hasil kerja sama alih teknologi antara PT PAL Indonesia dengan perusahaan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Ship Building (DSNS).

Kapal jenis Sigma 10514 ini memiliki spesifikasi panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter, draft termasuk sonar 5,73 meter, dengan bobot penuh 3.216 ton dan dapat melaju hingga kecepatan 28 knot.

Persenjataan yang dimiliki KRI I Gusti Ngurai Rai antara lain meriam tembak cepat OTO Melara 76/62mm, rudal SSM Exocet MM40 Block 3 yang jarak jangkaunya 180-200 km, dan rudal Mica yang dirancang bisa dioperasikan dalam waktu singkat, di segala cuaca dan memiliki jangkauan 20-25 km dan dilengkapi dengan Terma SKWS Decoy Launching System.

Foto bersama Panglima TNI dan rombongan beserta awak KRI I Gusti Ngurah Rai. Foto: beny adrian

Persenjataan lainnya adalah torpedo AKS A-244S, yang merupakan torpedo jenis ringan berpandu yang memiliki kemampuan mengincar sasaran di perairan laut dangkal. Untuk keperluan pertahanan diri jarak dekat, tersedia kanon model tabir CIWS (Close In Weapon System) kaliber 35mm.

Kanon ini model revolver ini efektif menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat. Secara desain, KRI I Gusti Ngurah Rai sedikit mengadopsi model siluman untuk mengurangi deteksi oleh musuh.

“Peresmian KRI I Gusti Ngurah Rai ini melengkapi berbagai KRI yang telah diresmikan sebelumnya. Hal ini merupakan bagian integral dari pembangunan pertahanan negara kita, menuju kekuatan pokok minimum, sekaligus menandai proses kebangkitan kembali kekuatan dan kejayaan TNI Angkatan Laut,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI meminta peresmian ini menjadi momentum yang harus dimaknai menyeluruh. “Diresmikannya KRI I Gusti Ngurah Rai hari ini harus menjadi momentum strategis sehingga layak dibanggakan dan disyukuri. Inilah bukti dari komitmen dan konsistensi pemerintah atau negara dalam membangun kekuatan pertahanan yang kuat, sesuai doktrin, falsafah, dan konstitusi bangsa Indonesia,” tutur Marsekal Hadi.

Panglima TNI juga mengatakan, kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai di jajaran TNI AL akan memberikan warna baru dalam pengembangan taktik serta pembangunan kekuatan bagi TNI dan TNI AL. Begitu juga kehadiran kapal baru ini, akan menjadi modal kuat TNI AL untuk menjadi angkatan laut kelas dunia.

Nama pada KRI I Gusti Ngurah Rai yang tergabung dalam Satuan Kapal Eskorta, diambil dari nama pahlawan nasional asal Bali.

Pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai juga ditandai dengan memercikan tirtha/air suci (melaspas) dan menorehkan simbol-simbol pada kapal yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. “Saya tidak bisa menyembunyikan perasaan saya pada hari ini,” ujar Gubernur Pastika haru dan bangga.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Ibu Endah Ade Supandi, dan Ibu Sita Mulyono memberikan ucapan selamat kepada awak KRI I Gusti Ngurah Rai. Foto: beny adrian

Pada kesempatan ini juga hadir ahli waris yang merupakan keluarga dari Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai. Keluarga menyerahkan foto I Gusti Ngurah Rai untuk dipasang di kapal perang.

Sementara ibu Nanny Hadi Tjahjanto, istri Panglima TNI selaku Ibu Kandung Kapal, melaksanakan tradisi pemecahan kendi.

Usai upacara pengukuhan, Panglima TNI beserta rombongan meninjau ruang komando pertempuran KRI I Gusti Ngurah Rai. 

Pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai dimeriahkan pertunjukan sesiodrama yang menggambarkan perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai bersama masyarakat Bali dalam Perang Puputan Margarana.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s