Sebuah kapal selam tidak dikenal diidentifikasi militer Jepang berkeliaran tidak jauh dari Pulau Senkaku atau Diaoyu yang disengketakan di Laut China Selatan pada 10-11 Januari 2018. Oleh militer Jepang, seperti dikutip NHK pada 15 Januari, wahana bawah air ini dituding sebagai kapal selam bertenaga nuklir Shang-class (Type 093) milik Angkatan Laut China (PLAN).
Menurut para ahli dengan melihat penampakan dan deru suara kapalnya, mereka berkeyakinan bahwa ini betul kapal selam penyerang kelas Shang.
Laporan ini merupakan kelanjutan dari sebuah foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Jepang pada 12 Januari, yang menunjukkan sebuah kapal selam berbendera China sedang berlayar di permukaan.
Menhan Jepang Itsunori Onodera menyampaikan sikap tegasnya dengan mengatakan aksi ini sebagai “keprihatinan seriusâ€.

Kemunculan kapal selam China di Laut China Selatan membuat Jepang bersiaga.
Sejumlah media Jepang mengutip pernyataan dari militer Jepang, yang mengatakan telah “mengeluarkan peringatan berulang-ulang” untuk menginformasikan awak kapal bahwa mereka berada di zona bersebelahan.
Bahkan Onodera seperti dikutip Nikkei Asian Review mengatakan, tindakan ini tidak dapat diterima dan mengatakan bahwa kapal selam tersebut “mengabaikan peringatan kami dan melanjutkan perjalanannya.”
Shang-class adalah nama yang diberikan NATO untuk kapal selam Type 093. Ini adalah kapal selam bertenaga nuklir yang dikembangkan oleh Pasukan Kapal Selam AL China.
Varian lebih maju, Type 093G, berukuran lebih panjang dari Type 093. 093G disebutkan sudah dilengkapi sistem peluncur rudal vertikal (VLS) untuk menembakkan rudal antikapal supersonik YJ-18 dan rudal antikapal yang dikembangkan dari rudal jelajah CJ-10.
Kapal selam Type 093 dibuat di Bohai Shipyard di Huludao. Diperkirakan ada dua kapal selam jenis ini yang dioperasikan China.
Teks: beny adrian