Brazil sedang bersiap untuk mengintegrasikan, menyelesaikan, dan menguji tiga bagian lambung gabungan pertama untuk Riachuelo (S-40), kapal selam pertama yang direncanakan dari empat kapal selam Scorpene diesel-electric di galangan kapal Itagua.
Bagian lambung telah dipindahkan pada 13 dan 14 Januari dari pabrik struktur logam Unidade de Fabricação de Estruturas Metálicas (UFEM) ke ruang perakitan Estaleiro de Construção (ESC) oleh pembuat kapal Itaguaà Construções Navais (ICN ).
Dua bagian kapal selam yang tersisa, dengan berat 487 ton dan berukuran 30 meter, akan segera dipindahkan.
Kapal selam yang dikenal sebagai S-BR 1, direncanakan diluncurkan pada paruh kedua 2018 dan dikirim pada 2020.
Kapal selam Riachuelo awalnya direncanakan diluncurkan pada Januari 2016 dan penugasan tahun 2017. Namun karena alasan anggaran, program pembuatannya mengalami penundaan.
S40 adalah kapal selam pertama dari empat yang dibangun untuk Brasil berdasarkan kesepakatan antara Grup Angkatan Laut Perancis (mantan DCNS) dan Brasil pada 2008.
Empat kapal selam Scorpene buatan Brasil ini dibangun di lokasi konstruksi unik di Kompleks Angkatan Laut Itagua yang terdiri dari fasilitas produksi dan perakitan yang terletak di dua sisi Teluk Sepetiba. Fasilitas ini terhubung dengan jalan sepanjang 4 km yang mencakup terowongan sepanjang 700 meter.
Kontrak selanjutnya yang ditandatangani pada 2010 menyebabkan terciptanya program Prosub Brazil yang akan menjadikan Perancis membantu Brazil dengan konstruksi dari empat kapal selam diesel-electric dan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir.
Tiga kapal selam diesel-electric lainnya, Humaita (S41), Tonelero (S42), dan Ango Stura (S43), semuanya berada pada tahap konstruksi yang berbeda di UFEM.
Teks: beny adrian