Tidak terasa setahun sudah Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 9 Polri bertugas menjaga perdamaian di Darfur, Sudan, Afrika. Misi telah diselesaikan dengan sempurna, dan saatnya kembali ke tanah air untuk melanjutkan pengabdian kepada ibu pertiwi.
Upacara serah terima Satgas FPU 9 dilaksanakan pada Minggu pagi, 28 Januari 2018 di halaman Bandara El Fasher, Darfur, Sudan. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Brigjen Pol. Krishna Murti.
Sebanyak 139 anggota Bhayangkara Polri yang tergabung dalam Satgas FPU 9 Indonesia, akan segera kembali ke tanah air setelah digantikan oleh Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 10 Indonesia.

Upacara serah terima tugas FPU 9 dengan FPU 10 Indonesia. Foto: FPU 9
Pasukan baru yang sudah dipersiapkan untuk segera bertugas dalam misi perdamaian PBB di Sudan, tiba di Bandara El Fasher, Darfur pada hari yang sama pukul 8. Tak lama kemudian langsung dilaksanakan upacara serah terima tugas dengan Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 10 Indonesia.
Upacara diawali dengan prosesi penyerahan tongkat komando dari Kasatgas Garbha II FPU 9 Indonesia AKBP Ahmad Arif Sopiyan kepada Kasatgas Garbha II FPU 10 Indonesia AKBP Lukman Malik dengan penandatanganan berita acara seraht erima tugas dan tanggung jawab Satgas. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian amanat oleh inspektur upacara.

Upacara serah terima tugas berlangsung khidmat. Foto: FPU 9
“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada FPU 9 yang sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik pada misi UNAMID, saudara-saudara adalah para peacekeeper Indonesia yang berhasil mendarmabhaktikan diri untuk menjaga kehormatan bangsa dan negara di dunia internasional. Selamat kembali ke tanah air, sampaikan salam hormat saya buat keluarga,” ujar Brigjen Krishna Murti di depan pasukan FPU 9 dan FPU 10 Indonesia.
“Untuk Satgas yang baru, FPU 10 saya ucapkan selamat datang di El Fasher Darfur Sudan, persiapkan diri saudara-saudara untuk mengemban tugas negara pada misi UNAMID ini satu tahun kedepan. Jaga kehormatan dan nama baik bangsa dan negara Indonesia Selamat bertugas,” imbuhnya.
Sebelum kembali ke tanah air, pasukan FPU 9 Indonesia telah mengikuti serangkaian proses pemeriksaan dan pengecekan barang-barang pribadi personel yang akan dibawa kembali ke tanah air.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Biro Misinter Divhubinter Polri Brigjen Pol. Krishna Murti. Foto: FPU 9
“Proses pengecekan barang-barang pribadi personel merupakan hal yang menjadi atensi dari Kapolri (Jenderal Tito Karnavian), sehingga beliau mengirimkan tim khusus untuk mengawasi proses rotasi ini khususnya pada saat pengecekan barang-barang bawaan personel yang akan dibawa kembali ke tanah air,” tutur Krishna.
Tim khusus rotasi yang dipimpin Brigjen Krishna dan didampingi Kompol I.G Nyoman Bratasena serta dua orang staf KBRI untuk Sudan dan Eriteria, tiba di El-Fasher pada 24 Januari 2018.
Pemeriksaan barang dilakukan pada Kamis (25/1/2018) di lapangan Garuda Camp dengan tim pemeriksa gabungan dari UNAMID MOVCON, UNDSS, Military Police dan FPU Coordinator.
Setelah itu pemeriksaan barang-barang dilanjutkan di Bandara El Fasher oleh petugas otoritas Sudan yang terdiri dari Custom, National Intelligent of Sudan (NIS), UNDSS, dan Military Police serta diawasi langsung oleh Kepala Biro Misinter Divhubinter Polri Brigjen Pol Krishna Murti selaku ketua tim delegasi yang melakukan pengawasan melekat mulai dari pemeriksaan di Garuda Camp sampai pemeriksaan di Bandara El Fasher.

Anggota FPU 9 mengapresiasikan rasa syukur dengan sujud di tanah Darfur. Foto: FPU 9
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang-barang yang dilarang dan dinyatakan clear untuk dibawa kembali ke tanah air, sehingga pada hari ini setelah serah terima tugas, seluruh pasukan FPU 9 Indonesia dapat kembali ke tanah air  dengan penuh kebanggaan,” ujar Krishna.
Satgas FPU 9 Indonesia resmi diberangkatkan menggunakan pesawat UN pada hari Minggu pukul 12. Pesawat diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin pagi ini.
Teks: beny adrian