Hankam

Sudah Diniatkan Dari Muda, Panglima TNI Pindahkan Makam Kakeknya yang Pejuang ke TMP Suropati di Malang

Terkenang ke masa lalu saat masih menyandang pangkat letnan dua, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melihat tanda Bintang Gerilya di makam kakeknya Sersan (Pur) Yosin Bin Wakit di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Candirenggo Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur.

Saat itu terpikir olehnya jika kelak menjadi marsekal, makam ini akan dipindahkannya ke Taman Makam Pahlawan (TMP) yang sebanding dengan perjuangan kakeknya.

“Waktu bintang 1 saya belum bisa, bintang 2 juga belum, sampai menjadi KSAU juga belum, nanti aja mana tahu jadi Panglima TNI,” ujar Marsekal Hadi sore ini (30/4/2018) di TMP Suropati di Kota Malang.

Hadi merasa bersyukur karena akhirnya bisa menempatkan kakeknya di TMP Suropati.

Saat nyekar makam kakeknya, Marsekal Hadi didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto serta Kapuspen TNI Mayjen M. Sabrar Fadhilah dan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo.

Panglima TNI nyekar setelah sebelumnya memberikan taklimat pada gladi posko latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI di Mako Divisi infanteri II Kostrad.

TNI minggu depan merencanakan akan melaksanakan latihan PPRC skala besar dengan menerjunkan pasukan di tiga tempat. Yaitu di Selaru, Timika, dan Morotai.

Niat Hadi semakin kuat untuk memindahkan jasad kakeknya ke TMP, karena waktu nyekar saat menjadi KSAU, makam kakeknya sulit ditemukan karena sudah tertutup rumput.

Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melakukan tabur bunga di makam kakeknya. Foto: beny adrian/mylesat.com

Almarhum Sersan (Pur) Yosin Bin Wakit yang lahir 1905, meninggal pada tahun 1988. Almarhum adalah Pahlawan Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia dari Kesatuan Legiun Veteran Malang, Jawa Timur.

Menurut Hadi, kakeknya dulu bergabung dengan Batalyon 514 di Bondowoso. “Beliau adalah bapak dari ibu saya,” jelas Hadi.

Pemindahan jasad almarhum ke TMP Suropati dilaksanakan pada Sabtu, 28 April 2018 dalam upacara militer. Bertindak selaku inspektur upacara adalah Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Andi Wijaya. “Jadi kakek saya Cakra juga,” urai Hadi.

Saat ini kondisi makam memang masih berupa gundukan tanah. Dalam waktu dekat segera dibangun permanen.

Marsekal Hadi mengaku menyimpan cukup banyak memori kebersamaan dengan sang kakek yang dikenalnya pendiam.

“Saya termasuk yang sering kumpul dengan kakek, beliau orang tidak punya, rumahnya dari bambu dan kerjanya ngurus masjid. Sejak kecil saya sering tidur di tempat kakek,” ucap Hadi kepada awak media yang menunggunya.

Dari kedekatannya dengan kakeknya, Hadi memetik banyak nilai-nilai luhur yang terus diteladaninya hingga sekarang.

“Ada nilai-nilai kesabaran, bahwa hidup itu hanya ujian, yang bisa kita nikmati sebetulnya ujian itu dengan melaksanakan kebaikan,” kata Hadi lagi.

Nisan sementara Sersan (Pur) Yosin Bin Wakit. Foto: beny adrian/mylesat.com

Dengan sudah dipindahnya makam kakeknya, Panglima TNI mengaku senang karena bisa “menitipkan” kakeknya kepada negara sehingga kebersihan makamnya lebih terjamin. “Saya senang karena kakek saya bisa dihargai sesuai kebaikannya,” ucap Hadi.

Momentum nyekar ini juga dimanfaatkannya untuk mendoakan almarhum kakeknya sekaligus merawat dan membersihkan makam.

“Ini kan mau bulan puasa, orang Jawa bilang nyadran, mudah-mudah doanya disampaikan,” kata Hadi.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close