Sederhana Namun Khidmat, Panglima TNI Hadiri Upacara HUT Ke-72 Sultan Brunei Darussalam

0

Bertempat di Taman Haji Sir Muda Omar Ali Saifuddien yang bersejarah di Bandar Seri Begawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun ke-72 Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Minggu (15/7/2018).

Sultan Hassanal Bolkiah yang lahir 15 Juli 1946, adalah Sultan ke-29 dan Yang Di-Pertuan Brunei Darussalam serta Perdana Menteri pertama Brunei Darussalam.

Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menghadiri upacara HUT ke-72 Sultan Hassanal Bolkiah. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sultan adalah putra sulung Begawan Sultan Sir Muda Omar Ali Saifuddin III, Sultan Brunei ke-28 dan Babu Raja Pengiran Anak Damit.

Taman Haji Sir Muda Omar Ali Saifuddien sangat bersejarah bagi Brunei. “Di sinilah upacara kemerdekaan Brunei tahun 1984 dilaksanakan, jadi lapangan ini selalu digunakan untuk upacara kenegaraan,” ujar seorang staf Jabatan Penerangan yang mendampingi mylesat.com di lapangan upacara.

Sultan tiba dengan mobil Rolls Royce. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Pada 4 Januari 1979, Brunei dan Inggris Raya menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan. Selanjutnya pada 1 Januari 1984, Brunei meraih kemerdekaan sepenuhnya.

Sejumlah tamu dari negara sahabat Brunei menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun ke-72 Sultan Hassanal Bolkiah. Dari Indonesia hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal (Pur) Wiranto.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, hadir atas undangan khusus dari Sultan Hassanal Bolkiah.

Marsekal Hadi diundang untuk menerima Bintang Negara Brunei Darussalam Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang (DPKT) Darjah Pertama (1st Class).

Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Turut mendampingi Panglima TNI Asintel Panglima TNI Mayjen Benny Indra Pujihastono, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, dan Athan RI untuk Brunei Darussalam Kolonel Czi Widiyanto.

Upacara Hari Keputraan peringatan ulang tahun ke-72 Sultan Haji Hassanal Bolkiah berlangsung sederhana namun khidmat. Jika jatuh di hari kerja, ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun karena perayaan di hari Minggu, maka Sultan mengganti hari libur nasional itu ke hari Senin.

Dari pagi, warga dan turis asing mulai mendatangi lapangan Taman Haji Sir Muda Omar Ali Saifuddien. Di sisi kanan lapangan yang menghadap ke barat itu, berdiri megah Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien.

Pasukan upacara dengan latar belakang Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Kubah berlapis emas murni Masjid menjadi landmark Brunei. Sementara menara di sisinya dengan tinggi sekitar 80 meter, dijadikan benchmark ketinggian bangunan di Brunei. “Makanya di Brunei tidak ada skyscraper,” ujar staf Penerangan ini lagi.

Menjelang peringatan upacara, satu demi satu kerabat Sultan Hassanal Bolkiah tiba di lapangan dengan menumpang mobil-mobil mewah klasik.

Mobil-mobil mewah berharga miliaran rupiah mulai dari Bentley, Jaguar, dan Rolls-Royce memasuki lapangan. Setiap mobil dikawal sebuah mobil Land Rover yang membawa pengawal dengan atribut kerajaan.

Sultan Hassanal Bolkiah memeriksa pasukan upacara. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Diawali dengan tibanya secara terpisah dengan selang sekitar 10 menit dua adik Sultan dan disusul putra mahkota Pangeran Al-Muhtadee Billah Bolkiah, barulah kemudian Sultan Hassanal Bolkiah tiba di lapangan upacara.

Sultan tiba dengan menumpang mobil Rolls Royce berwarna hitam. Sultan terlihat kharismatik sambil melambai-lambaikan tangannya kepada warga di sepanjang jalan.

Warga dan pelajar memadati jalan raya sambil mengelu-elukan Sultan. Ada juga kelompok yang menabuh rebana, mencirikan budaya islam yang kuat di Brunei.

Mobil Sultan memasuki lapangan dalam kawalan minimalis. Sultan kemudian menaiki podium utama untuk mengambil tempat. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto duduk di baris depan tribun kiri bersama para tamu terhormat lainnya.

Panji-panji pasukan peserta upacara. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Setelah penghormatan militer, 26 kali tembakan meriam menjadi tanda dimulainya upacara. Sultan kemudian memeriksa pasukan upacara dengan berjalan kaki, dan kemudian dilanjutkan menggunakan mobil Land Rover kuning yang dipasangi tanda bintang lima.

Tidak ada sambutan Sultan Hassanal Bolkiah, selain hanya parade dan defile pasukan upacara dari ketiga angkatan dan kepolisian Brunei Darussalam.

Agak unik, defile pasukan upacara dilakukan dua kali di hadapan Sultan yang duduk di podium agung. Defile pertama dengan jalan lambat dan defile kedua jalan cepat.

Flypast helikopter Blachawk dan BO-105. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Di bagian akhir dari upacara, melintasi tujuh helikopter Sikorsky UH-60 Blackhawk dan dua BO-105 Bolkow.

Setelah acara selesai, Sultan diikuti para keluarga kerajaan meninggalkan Taman Haji Sir Muda Omar Ali Saifuddien secara bergantian.

Sultan meninggalkan Taman Haji Sir Muda Omar Ali Saifuddien. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Setelah itu, semua tamu dan undangan bergerak ke Istana Nurul Iman guna mengikuti upacara penganugerahan bintang kehormatan, yang di antara penerimanya adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sambil bergurau saat melepas Panglima TNI kembali ke Jakarta pagi ini, Panglima Angkatan Bersenjata Brunei Mayjen Pengiran Dato Seri Pahlawan Aminan bin Pengiran Haji Mahmud mengatakan bahwa Marsekal Hadi sudah sah menjadi datuk.

“Pak Hadi dan Ibu sudah sah menjadi datuk dan datin, semoga bisa kembali berkunjung ke Brunei,” ujar Pengiran Dato Seri Pahlawan Aminan bin Pengiran Haji Mahmud.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply