Karena sidang Australia Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC) ke-6 antara TNI dan ADF (Australia Defence Force) di Markas Besar Larrakeyah Northern Command di Darwin bertepatan dengan hari Jumat (27/7/2018), maka waktu istirahat siang pun dilanjutkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan untuk menunaikan shalat Jumat.
Masjid satu-satunya di kota Darwin ini berlokasi agak jauh dari Larrakeyah Northern Command. Setidaknya perjalanan darat 20 menit dari Larrakeyah.

Pria ini langsung menyapa dan membelikan minum untuk Panglima TNI. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Masjid yang dinamakan Islamic Society of Darwin (ISD) ini beralamat di 53 Vanderlin Dr, Wanguri NT 0810, Darwin.
Ketika mylesat.com menanyakan nama masjid kepada salah seorang jamaah, layaknya kita menamakan masjid di tanah air, ia mengatakan bahwa masjid ini biasa mereka sebut Islamic Society of Darwin.
“Tidak ada namanya, hanya itu saja,” ujar jemaah ini sambil menunjuk ISD di papan nama.

Panglima TNI dan Syamsul Bahri, imam Masjid ISD. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Tiba di masjid ini bersama rombongan, Marsekal Hadi langsung disambut jemaah yang sudah hadir.
Tidak lama kemudian datang rombongan ground crew pesawat F/A-18 Hornet TUDM dari Malaysia. Mereka langsung menyalami Hadi. Malaysia turut mengikuti latihan Pitch Black dengan mengirimkan pesawat Hornet.
“Assalamualaikum,” sambut salah seorang jemaah sambil menjabat tangan Hadi dan ternyata bisa berbahasa Indonesia. Pria ini ternyata pernah tinggal di Lampung. Ia kemudian membelikan air mineral untuk Hadi dan Asisten Personel Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi.

Para teknisi TUDM Malaysia saat baru tiba di masjid. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Di dekat tempat berwudhu tersedia tenda kecil tempat menyiapkan makanan. Saat itu panitia tengah mempersiapkan puluhan hot dog untuk jemaah shalat Jumat. Salah seorang anak muda yang menjadi koki, ternyata berasal dari Indonesia.
Kemudian keluar dari dalam masjid seorang pria berwajah Pakistan, yang ternyata ketua masjid. Namanya Mohammed Raziuddin yang menjabat president ISD.
Suasana pun langsung akrab sebagai sesama muslim, yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Tegur sapa dan ucapan salam tiada henti kepada Panglima TNI.

Foto bareng bersama jemaah asal Indonesia usai shalat Jumat. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Beberapa saat menjelang dimulainya shalat, datang menghampiri Marsekal Hadi imam sekaligus ustad Masjid ISD yang memperkenalkan namanya Syamsul Bahri.
Imam Syamsul Bahri berasal dari Jakarta. Ia terlihat senang menerima tamu spesial dari Jakarta.
“Kapan kembali ke Jakarta, Pak,” tanyanya.
Menurut salah seorang pengurus ISD, Syamsul Bahri sudah hampir dua tahun menjadi imam di Masjid ISD. “Imam dipilih oleh pengurus masjid, kami juga punya link ke komunitas islam di negara lain yang memberikan rekomendasi untuk seorang imam. Sebelum ini imam kami dari Afrika,” akunya.

Masih sesi foto bareng bersama Panglima TNI. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Masih menurut pengurus ini, imam masjid di ISD harus mengabdikan dirinya total untuk masjid. Ia harus menjadi imam shalat lima waktu, tinggal di dekat masjid, dan tidak boleh bekerja.
“Menjadi tanggung jawab kami memenuhi kebutuhan imam,” jelasnya.
Usai shalat Jumat, jemaah langsung disambut hidangan makanan kecil, buah-buahan, air mineral, dan tentunya hot dog isi sosis.

Masjid ISD menjadi satu-satunya tempat ibadah umat islam di Darwin. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Saat akan meninggalkan Masjid ISD, beberapa jemaah tidak melewatkan kesempatan foto bareng Panglima TNI.
Sungguh indah kebersamaan walaupun hanya sesaat.
Teks: beny adrian