Ini Jawaban Panglima TNI kepada Kepala Desa Jeringo: Saya Akan Tempatkan Seorang Letkol Di Sini

0

Merasa ada bagian dari warga Lombok, Nusa Tenggara Barat korban gempa tidak tersentuh perhatian dari Pemerintah Pusat, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun berinisiatif menemui warga desa dimaksud.

Berawal dari video di Youtube bertitel “Kepala desa di Lombok tantang Presiden Jokowi” yang diunggah Syahril selaku Kepala Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Jakarta pun merasa risih mendengarnya.

Dalam videonya Syahril mengatakan, bahwa wilayahnya menjadi salah satu desa terparah terdampak bencana gempa. Namun sampai saat itu, sama sekali tidak ada pemerintah dari pemerintah daerah bahkan kabinet Jokowi datang ke desanya.

Maka saat kembali mengunjungi Lombok untuk ketiga kalinya dalam satu bulan terakhir, Kamis-Jumat (23-24/8/2018), Panglima TNI sengaja menempatkan Desa Jeringo sebagai wilayah pertama yang akan dikunjunginya.

Excavator TNI AD bekerja membersihkan puing di rumah yang rusak berat. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Besok saya akan datang ke Jeringo, saya akan bicara dengan kepada desanya,” ujar Marsekal Hadi setibanya di Bandara Lombok, Kamis sore.

Ketika akhirnya bertemu dengan Panglima TNI, Syahril pun mencurahkan isi hatinya selaku kepala desa secara blak-blakan. Saat itu Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BNPB Willem Rampangilei.

“Tenda darurat tersebar di sawah dan kebun sebagai tempat paling aman, di sini ada 20 ibu hamil dan 29 bayi di posko pengungsian Panglima. Kerusakan rumah di desa kami mencapai 93 persen rusak berat,” beber Syahril berapi-api.

Rumah Syahril termasuk di antara rumah yang rata dengan tanah akibat gempa.

Menurut Syahril, ia dan warga Jeringo mengeluhkan tidak adanya perhatian dari aparat pemerintah daerah untuk meninjau dan mendatangi desanya.

“Tidak ada Pemda yang mempertanyakan kami di sini, baik daerah hingga pusat. Kami ingin didatangi, ditanya bagaimana kondisi anak-anak kami,” urainya lagi. Desa Jeringo membawahi lima dusun.

Kekesalan Syahril memuncak usai kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Lombok (21/8/2018) dan tidak mengunjungi Jeringo dengan jumlah penduduk 2.734 jiwa ini.

Panglima TNI, Kapolri, dan Pangdam IX Udayana mendengarkan penjelasan Syahril. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Sore harinya saya buatlah Youtube dan menantang Bapak Jokowi untuk datang dan melihat Desa Jeringo,” jelasnya.

Setelah mendegar keluhan langsung dari Kepala Desa Jeringo ini, Panglilma TNI saat itu juga langsung memerintahkan Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto untuk mengirim alat berat excavator ke Jeringo.

“Segera kirim excavator, dump truck, dan alat-alat yang bisa dipakai ke sini, serta pasukan TNI dan Brimob. Kalau perlu hari ini alat berat tambahan geser ke sini,” tegas Marsekal Hadi di hadapan Syahril.

Hadi juga meminta Pangdam untuk mengirimkan tenda jika dirasa masih kurang untuk pengungsi. “Kalau perlu trauma healing kirim ke sini. Untuk rumah yang rusak laporkan ke BNPB agar ditindaklanjuti,” ungkap Hadi.

Dari pantauan mylesat.com di lokasi, warga memang mengharapkan tambahan tenda mengingat sudah mendekati musim hujan.

Sekali lagi Panglima TNI meminta bawahannya untuk sungguh-sungguh memperhatikan Desa Jeringo, yang menurut Syahril kata Jeringo berasal dari nama tanaman obat tradisional.

Bahkan tidak sampai di situ, Hadi juga meminta Pangdam untuk menempatkan seorang perwira menengah di Jeringo yang berfungsi sebagai liaison officer. “Bisa mayor atau letkol, segera diatur Pangdam,” ujar Hadi.

“Tempatkan Pamen di sini untuk menjaga posko yang siap di membantu kesulitan warga. Sebagai liaison officer, menetap di sini dan petakan tersendiri kondisi di sini,” kata Hadi lagi.

Panglima TNI melihat seorang ibu tua yang kepalanya terhantam kayu saat gempa. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Di akhir kunjungan Panglima TNI, Syahril menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Panglima TNI dan rombongan.

“Alhamdulillah Panglima datang ke sini, saya senang sekali,” ujarnya.

Usai mendengarkan langsung keluhan Syahril, Panglima TNI meninjau kondisi rumah yang rusak berat dan tengah dibersihkan anggota TNI dan Polri. Selanjutnya Marsekal Hadi mendatangi tenda pengungsian.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Leave A Reply