China Rampungkan Uji Penembakan Rudal Hanud S-400 yang Mengerikan Itu

Beberapa hari yang lalu, China berhasil melakukan penembakan awal dan uji coba mobilitas sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-400 Triumf. Sebelumnya rudal ini dinamakan S-300PMU-3.

“Uji coba penembakan kedua S-400 dilakukan Desember tahun lalu di sebuah tempat di Tiongkok. Rudal 48N6E yang ditembakkan dari peluncur, menghantam target aerodinamis (disimulasikan pesawat) dengan kecepatan lebih dari 600 meter per detik,” kata sebuah sumber.

Target yang ditembak berada pada jarak maksimum sekitar 250 km. “Program uji coba S-400 di China telah selesai, belum ada uji coba lain yang direncanakan,” ujar sumber ini.

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa uji coba pertama yang berhasil dari sistem rudal S-400 dilakukan di China pada awal Desember 2018.

Uji coba penembakan dilakukan terhadap target balistik yang terbang dengan kecepatan 3 km/ detik. Target itu terkena rudal pada jarak 250 km.

China menjadi pembeli pertama S-400 Triumf. Sesuai kontrak, Rusia akan mengirim dua set resimen S-400 ke China.

S-400 adalah rudal permukaan ke udara jarak sedang dan jauh terbaru yang mulai digunakan sejak 2007.

Sistem S-400 dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal balistik dan jelajah serta sanggup digunakan melawan sistem pertahanan darat.

Rudal ini termasuk ditakuti AS dan sekutunya, karena mampu mencegat target pada jarak 400 km di ketinggian 30 km.

China sebenarnya membuat versinya sendiri dari rudal S-300PMU-1 yang dinamakan HQ-15. Rudal ini memiliki jangkauan dari 150 hingga 200 km. 

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: