Kapal Rusia Diterjang Badai, S-400 Pesanan China Terpaksa Dihancurkan

CEO Rostec Corporation Sergei Chemezov mengkonfirmasi bahwa Rusia terpaksa menghancurkan semua rudal S-400 yang dikirim ke China, setelah sebuah kapal yang mengangkut rudal terjebak dalam badai.

Berbicara pada konferensi pers saat pameran militer IDEX 2019 di Abu Dhabi (17-21 Februari 2019), Chemezov mengatakan bahwa Rusia telah lama menandatangani kontrak dengan China untuk penyediaan sistem S-400 dengan rudal antipesawat.

Baca: China Rampungkan Uji Penembakan Rudal Hanud S-400 yang Mengerikan Itu

Baca: Pilihan Luar Biasa, India Teken Kontrak untuk Rudal Jarak Jauh S-400 Triumf dari Rusia

“Kontrak sudah ditandatangani sejak lama. Pengiriman akan dilakukan sekarang, tetapi sayangnya, kapal yang membawa rudal terkena badai. Kami terpaksa menghilangkan semua rudal itu dan akan membuat yang baru,” katanya.

Sebuah kapal yang membawa sistem S-400 dan rudal di dalamnya, setelah keluar dari Ust-Luga (wilayah Leningrad) terperangkap badai saat memasuki Selat Inggris.

Dalam kondisi angin kencang dan kapal terombang-ambing, banyak perlengkapan rudal S-400 mengalami kerusakan.

Menurut Chemezov, sata ini rudal baru sedang diproduksi di Rusia dan akan dikirim ke China.

Kontrak pesanan China ini setidaknya mampu melengkapi enam divisi S-400 dengan nilai 3 miliar dolar AS.

China adalah pembeli asing pertama yang mencapai kesepakatan dengan Rusia pada 2014 untuk mendapatkan sistem rudal yang ditakuti Barat ini.

Rusia mengatakan bahwa S-400 adalah sistem pertahanan udara mutakhir.

Sistem pertahanan rudal S-400  mampu mendeteksi dan menembak sasaran termasuk rudal balistik, jet musuh, dan drone hingga jarak 600 kilometer di ketinggian antara 10 meter hingga 27 kilometer.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: