Dengan Sukarela, Ayong Serahkan 2 Senpi Rakitan kepada Satgas Yonif R 641

0

MYLESAT.COM – Bukti keberhasilan pembinaan teritorial yang dilakukan Satgas Yonif Raider 641/Beruang Hitam, Kodam XII Tanjung Pura, Kalimantan Barat.

Dari pendekatan yang dilakukan tiada henti, seorang warga di perbatasan Indonesia-Malaysia menyerahkan senjata api rakitan miliknya secara sukarela saat personel Satgas Yonif Raider 641/Bru melakukan anjangsana ke Dusun Gunjemak, Entikong.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono dalam rilis tertulisnya di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (8/8).

Diungkapkan Dansatgas, penyerahan senpi rakitan ini berawal saat Danpos Guntembawang, Serma M. Rifadi bersama dua anggotanya bersilaturahmi dengan warga Dusun Gunjemak pada Kamis (6/8).

“Saat anjangsana ke wilayah yang berjarak kurang lebih 3 km dari pos itu, seorang warga Dusun Gunjemak, Ayong (57) menyerahkan dua pucuk senjata api rakitan miliknya kepada personel Pos Guntembawang Satgas Yonif R 641/Bru,” ujarnya.

Komunikasi sosial dan jalinan silaturahmi antara anggota Pos Guntembawang dengan warga Gunjemak yang terjalin erat selama ini, mendorong Ayong secara spontan menyerahkan senpi yang selama ini disimpan di rumah.

“Penyerahan dua pucuk senjata api rakitan dari warga Gunjemak ini membuktikan kepercayaan masyarakat kepada TNI dan Satgas di wilayah perbatasan ini makin tinggi,” jelasnya.

“Ini adalah hadiah menjelang HUT ke-75 RI dari warga Kecamatan Entikong kepada Satgas Yonif R 641/Beruang,” lanjut Kukuh.

Kukuh juga berpesan kepada seluruh anggotanya untuk tetap menjaga semangat di akhir masa penugasan dan terus menjalin tali silahturami dengan masyarakat serta aparat pemerintah lainnya.

“Ciptakan kesan yang baik agar masyarakat selalu merindukan kehadiran kita di sekitarnya,” pesan Kukuh.

Di tempat terpisah, Danpos Guntembawang, Serma M. Rifadi mengatakan bahwa Satgas sungguh senang dengan sikap warga perbatasan yang dengan sukarela menyerahkan senpi rakitan miliknya.

“Kami berharap penyerahan senjata api rakitan dapat diikuti warga lainnya, karena menyimpan senjata api tanpa izin, baik standar maupun rakitan merupakan bentuk pelanggaran hukum. Selain juga dapat membahayakan orang lain,” pesannya.

Sementara Ayong menjelaskan bahwa penyerahan dua pucuk senjata api rakitan jenis bowmen dan pistol rakitan yang selama ini dipakai untuk berburu dilakukan dengan sukarela dan tanpa paksaan.

“Selama ini Bapak Satgas sangat membantu dan begitu baik kepada warga Gunjemak. Sebagai ungkapan terima kasih, saya serahkan senpi ini kepada mereka, daripada disimpan bisa berbahaya,” tuturnya.

“Lagipula berkat penjelasan Satgas, jika menyimpan apalagi memiliki senjata api ilegal bisa kena sanksi hukum, makin membulatkan tekad saya untuk menyerahkannya kepada Bapak TNI yang baik hati ini,” pungkas Ayong sambil tersenyum.

Share.

About Author

Leave A Reply