Ancaman Buat China, Rudal Hipersonik AS Ini Mampu Menjebol Targel Sejauh 2.775 Km

0

MYLESAT.COM – Perang masa depan diilustrasikan sebagai duelnya teknologi. Robot, drone, dan senjata berpengendali jarak jauh, menjadi kunci kemenangan peperangan. Negara-negara maju berlomba meraih teknologi termutakhir, agar menjadi pemenang dari setiap konflik.

Lagi-lagi Amerika Serikat, disebutkan tengah mengembangkan senjata mematikan berkemampuan jarak sangat jauh. Dinamakan Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW), senjata ini mampu mencapai target sejauh 2.775 km.

Senjata hipersonik adalah perdebatan yang serius di lingkungan militer negara maju.

Ada dua tipe senjata hipersonik, yaitu rudal jelajah hipersonik dan pesawat hipersonik. Senjata hipersonik mampu melaju dengan kecepatan 5 atau lebih kecepatan suara (speed of sound).

Situs pertahanan breakingdefense.com langsung menuliskan, China harus mewaspadai terobosan revolusioner alutsista AS ini. Meskipun China di saat bersamaan juga mengembangkan wahana hipersonik XingKong-2.

Disebutkan bahwa kehadiran LRHW akan menjadi mimpi buruk bagi negara-negara yang konflik dnegan sekutu AS di manapun, seperti di Asia. Lalu seberapa jauh rudal hipersonik ini bisa melesat?

Katakan China menginvasi Taiwan. Dalam situasi kritis ini, andaikan di antara sekutu Amerika menolak untuk membiarkan wilayah atau wilayah udaranya digunakan militer AS, tentara Paman Sam tetap akan mencapai wilayah China.

Senjata hipersonik seperti LRHW yang berbasis di Guam, akan menyerang pasukan Tiongkok yang tengah mengepung Taipei. Sungguh menakutkan.

Ceritanya semakin menakutkan bagi China jika sekutu AS membiarkan unit rudal AS menggunakan wilayahnya.

Baterai LRHW berpangkalan di Taiwan, Jepang atau Korea Selatan, akan dapat menyerang target lebih dari 1.000 mil di dalam wilayah China. Terlebih lagi LRHW versi Angkatan Laut, yang disebut Conventional Prompt Strike, dapat diluncurkan dari kapal selam atau kapal di laut mana saja di Pasifik.

Long Range Hypersonic Weapon memberikan kemampuan pada jarak lebih dari 2.775 km,” kata juru bicara Angkatan Darat kepada breakingdefense.com.

Sementara Angkatan Udara AS mengembangkan berbagai jenis senjata hipersonik untuk diluncurkan dari pesawat, yang membutuhkan pendekatan teknik berbeda dan akan menghasilkan jangkauan yang juga berbeda.

Sedikit perdebatan mengemuka di antara pengamat terkait pengoperasian di matra darat, laut, dan udara.

Jika LRHW sitempatkan di kapal perang atau pembom strategis, jelas jauh lebih mematikan daripada peluncur yang dibawa truk. Kapal dan pesawat dapat menembak dari perairan dan wilayah udara internasional, tanpa mengkhawatirkan sekutu.

Namun peluncur darat jauh lebih murah. Hanya bermodalkan truk, bukan jet atau kapal selam. Mereka dapat bersembunyi dari serangan musuh di tengah medan perrtempuran, yang tentu tidak mungkin dilakukan di udara atau lautan terbuka.

Sehingga Angkatan Darat dan pendukungnya berpendapat bahwa misilnya dapat memainkan peran pendukung yang penting dan melengkapi senjata Angkatan Laut dan Udara.

Argumen itu sekarang menjadi perdebatan sengit karena terkait anggaran Pentagon yang semakin ketat.

Dari perspektif Angkatan Darat, LRHW adalah predator puncak dari seluruh keluarga Long Range Precision Fires (LRPF) baru.

Meskipun LRHW adalah senjata jarak terjauh, terbang tercepat, dan paling mampu, LRHW juga yang paling mahal. Karena itu senjata hipersonik hanya akan disediakan untuk target dengan prioritas tertinggi, sementara senjata jarak pendek menangani sebagian besar ancaman.

Share.

About Author

Leave A Reply