Dalam Hitungan Menit, Letda Tek Ida Ayu Damayanti Dipanggil oleh Dua Marsekal: Panglima TNI dan KSAU  

0

MYLESAT.COM – Kesempatan tidak terduga menghampiri Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti dan Letda Tek Ida Ayu Damayanti. Kebetulan sekali, kedua alumni AAU 2018 ini bertugas pada momen yang sama saat penyematan Wing Kehormatan Penerbang Kelas I TNI AU kepada empat pejabat negara pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Baca Juga: 

Keempat pejabat tinggi yang mengikuti penerbangan siang itu adalah Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Dr (H.C) Puan Maharani, KSAL Laksamana TNI Yudho Margono, dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.

Karena jabatannya sebagai perwira teknik, panas pun diabaikan Letda Tek Ida Ayu Damayanti saat menyiapkan pesawat F-16 yang akan membawa KSAU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Momen tak terduga bagi kedua anggota Wara ini berawal dari KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang menegur Letda Tek Ida Ayu Damayanti, S.Tr(Han). Saat itu Letda Ida Ayu sedang mengawasi anggotanya menangani pesawat F-16AM/BM Fighting Falcon TS-1602 yang baru saja mendarat.

Sesaat sebelumnya, pesawat yang diterbangkan Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Agus Dwi Aryanto ini baru saja membawa KSAU terbang ke daerah Pelabuhan Ratu.

Untuk itu sebelum melaksanakan penerbangan dan sesuai prosedur keselamatan, KSAU mengikuti briefing penerbangan dari Letkol Agus Dwi yang menjelaskan secara singkat kemampuan F-16AM/BM. Termasuk pengenalan singkat kokpit F-16 dan prosedur naik dan turun dari pesawat.

Letda Tek Ida Ayu Damayanti melepas pesawat F-16 TS-1602 yang membawa KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan diterbangkan Letkol Pnb Agus Dwi Aryanto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Selain untuk mengawal joy flight yang diikuti para pejabat sebelum menerima wing kehormatan penerbang, KSAU juga ingin mengetahui dan merasakan secara langsung kehebatan sejati F-16 usai menjalani program upgrade Falcon STAR (The Falcon Structural Augmentation Roadmap) dan E-MLU (Enhanced Mid-Life Update).

Sedikit informasi, ketangguhan F-16AM/BM terbukti saat Latihan Bersama Cope West 2021 dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Lanud Roesmin Nurjadin beberapa waktu lalu. F-16C yang dibawa USAF ke Pekanbaru, pun tidak mampu memburu “musuhnya”.

Begitu juga saat Latma AMX Bomber dengan pembom B-52H Stratofortress di Laut Sulawesi, F-16AM/BM sekali lagi membuktikan kehebatannya pasca peningkatan kemampuan.

Sebagai perwira teknik, Letda Ida Ayu dengan penuh percaya diri mengendalikan anggotanya dari depan pesawat. Sesekali ia terlihat berbicara di radio, berjalan ke pesawat atau menghampiri anggotanya. Gerak geriknya ternyata diperhatikan KSAU.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo berbicara dengan Ida Ayu sesaat setelah turun dari pesawat. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sambil melambaikan tangannya, Marsekal Fadjar memanggil Ida Ayu untuk mendekat. KSAU terlebih dahulu menanyakan jabatannya saat ini. “Kamu satu lifting dengan Ajeng, ya,” tanya KSAU.

KSAU memintanya untuk tetap semangat, dan terus mengembangkan diri sebagai perwira teknik. Apalagi sebagai anggota Wara, KSAU meminta Ida Ayu untuk membuktikan bahwa peluang berkarier di TNI AU terbuka tanpa melihat gender.

Pada kesempatan yang lain, KSAU pernah mengatakan bahwa tidak mudah unntuk mencari dan mencetak perwira teknik di skadron. Mungkin atas dasar itu pula, Fadjar mengatakan kepada Ida Ayu untuk tidak pernah berhenti mengembangkan kemampuan.

Tidak lupa KSAU mengatakan kepada Ida Ayu, untuk menyempatkan bertemu dan foto bareng dengan Puan Maharani.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendorong Letda Tek Ida Ayu Damayanti untuk terus mengembangkan diri. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Ibu Puan itu memperhatikan kiprah Wan TNI, beliau senang (melihat Wan TNI), nanti minta foto bareng, ya,” ujar KSAU kepada Ida Ayu

Sekilas, kiprah Letda Ida Ayu di Skadron 3 disampaikan KSAU kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang tiba di apron Lanud Halim Perdanakusuma sesaat kemudian.

Seperti halnya KSAU, Panglima TNI pun memanggil Ida Ayu. Di hadapan Ida Ayu, Marsekal Hadi sedikit menjelaskan alasan di balik mengapa Wara tidak dijadikan Korps. “Supaya bisa masuk ke semua satuan,” ucap Hadi.

Tidak lama kemudian, mendaratlah pesawat T-50i Golden Eagle yang membawa Puan Maharani. Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti langsung menghampiri unntuk membantu Ketua DPR-RI itu turun dari pesawat.

Ajeng yang pernah menerbangkan T-50i, dipercaya sebagai penerbang pendamping untuk Puan Maharani dalam acara penyematan wing kehormatan penerbang itu.

Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti dan Letda Tek Ida Ayu Damayanti saat foto bersama Ketua DPR-RI Puan Maharani. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Dengan sigap, Ajeng membantu Puan Maharani turun dari pesawat. Tak lama kemudian, sesuai pesan KSAU, keduanya melaksanakan foto bersama dengan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Mungkin momen ini hanya berlangsung sesaat dalam hitungan detik. Namun bagi Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti yang saat ini menerbangkan pesawat Boeing B737 classic di Skadron Udara 17, dan Letda Tek Ida Ayu Damayanti, maknanya akan terasa berbeda.

Setidaknya dari sisi momentum, hanya sedikit anggota Wara yang bisa menjadi seperti mereka dan mendapatkan kesempatan ini.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply