WARA Pelopori Penerbang Perempuan Pertama TNI, Ini Sejarahnya

Sejarah penerbangan di Indonesia ternyata sudah memberikan peran seimbang kepada perempuan untuk berkiprah sebagai penerbang. Terbukti dari catatan sejarah, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) sudah mendidik perempuan untuk menjadi penerbang pada tahun 1963.

Awalnya di tahun 1963, AURI merekrut personel perempuan sebagai Wanita Angkatan Udara (WARA). Sebanyak 30 perempuan muda yang umumnya masih berstatus mahasiswi, ikut mendaftar untuk menjadi WARA.

Dari proses seleksi, sejumlah di antara mereka dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan WARA di Kaliurang, Yogyakarta.

Mereka inilah yang kemudian tercatat sebagai angkatan pertama WARA. Selanjutnya di tahun 1964, AURI membuka seleksi penerbang khusus untuk anggota WARA.

Dari sejumlah anggota WARA yang mendaftar, hanya tiga orang yang dinyatakan lulus seleksi Sekolah Penerbang (Sekbang) di Yogyakarta selama tiga bulan.

Penerbang pertama WARA, Ibu Herdini. Foto: beny adrian

Setelah menjalani pendidikan penerbang, di hari kelulusan (wing day), hanya dua orang yang lulus sebagai penerbang. Mereka adalah Letnan Dua Penerbang Lulu Lugyati dan Letnan Dua Penerbang Herdini.

Mereka yang menerbangkan pesawat L-4J Piper Cub, di kemudian hari dikenang sebagai perintis pilot perempuan TNI saat ini.

Kepada mylesat.com, Ibu Herdini mengaku baru sempat terbang beberapa jam. “Tidak sampai 100 jam kok, tapi sudah solo dong,” ujar Herdini yang terlihat sehat.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap kiprah dan dedikasi kedua penerbang WARA angkatan pertama ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merasa perlu untuk hadir dan meresmikan booth display Wanita Penerbang WARA Pertama di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta, Jumat (29/12/2017).

Peresmian ini sangat istimewa, karena salah satu penerbang WARA angkatan pertama yaitu Letda (Pur) Herdini, bisa hadir dan berbaur bersama anggota WARA yang menjadi penerbang TNI AU sebagai generasi penerus.

Mereka adalah Kapten Pnb Sekti Ambarwaty, Kapten Pnb Fariana Dewi Djakaria Putri, Kolonel Pnb Veronica Tig, dan Marsma (Pur) Hermuntarsih.

Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, membuka selubung booth display penerbang WARA pertama. Foto: beny adrian

“Saya bangga bisa bertatap muka langsung dengan Ibu,” ujar Panglima TNI menyampaikan hormatnya kepada Letda (Pur) Herdini.

Sambil berseloroh, Hadi mengatakan bahwa dirinya masihlah balita ketika Herdini sudah duduk di kokpit pesawat.

“Waktu ibu jadi penerbang, saya baru umur setahun, baru pintar merangkak dan ibu sudah war wer war wer,” aku Hadi mengistilahkan war wer war wer sebagai kegiatan terbang ke sana kemari yang membuat Herdini ketawa.

Karena itulah, untuk membangun suasana kebatinan yang lebih kuat, Hadi sengaja menghadirkan empat penerbang WARA generasi setelah Herdini dan Lulu.

Dijelaskan Panglima TNI, tahun 1963 setelah dibentukanya WARA, AURI sudah mulai memikirkan untuk memberikan kepercayaan kepada WARA sebagai penerbang. Lewat sejarah itulah, jelas Hadi, menjadikan WARA sebagai pelopor pertama penerbang perempuan di lingkungan TNI.

Hanya saja program itu tidak berlanjut. Dibutuhkan waktu puluhan tahun sebelum akhirnya TNI AU kembali mendidik WARA menjadi penerbang.

Pada batch kedua, muncullah nama Letnan Pnb Hermuntarsih dan Letnan Pnb Sulastri Baso. Keduanya direkrut menjadi penerbang tahun 1982. Keduanya tugaskan sebagai penerbang pesawat angkut di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sulastri pensiun pada 2013 dengan pangkat terakhir marsekal pertama TNI.

Pada generasi ketiga muncul nama Letnan Pnb Veronica Tig yang saat ini sudah mencapai pangkat kolonel. Hadi berharap Veronica bisa terus meniti karier di TNI hingga mencapai pangkat marsekal.

Di generasi keempat, yang juga sekian puluh tahun kemudian, lahirlah Letda Pnb Fariana dan Letda Pnb Hermuntarsih.

Saat ini, menurut Panglima TNI, TNI AU sedang mendidik dua penerbang perempuan yang merupakan lulusan AAU 2017. Hadi pun tidak menutupi kemungkinan keduanya bisa menjadi penerbang tempur jika memang memenuhi persyaratan.

“Kita harapkan mereka memenuhi syarat untuk menjadi penerbang dan khususnya penerbang tempur,” tutur Hadi kepada awak media.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memberikan tali kasih kepada para penerbang WARA lintas generasi. Foto: beny adrian

“Saya menginginkan sebanyak-banyaknya dari WARA, namun yang memenuhi syarat baru dua,” kata Hadi menyampaikan harapannya.

Dalam sambutannya, Hadi menuturkan keinginannya kepada Wanita TNI dan khususnnya WARA, bisa meniti karier sampai level tertinggi di TNI.

“Saya berharap Wan TNI di tahun 2018-2019, ada yang menduduki pangkat bintang dua dan mudah-mudahan bisa diambil dari WARA. Kita punya program ke situ dan ingin mengangkat Wan TNI mendapatkan posisi lebih baik,” tutur Hadi panjang lebar.

Usai meresmikan booth display Wanita Penerbang WARA Pertama di Muspusdirla, Panglima TNI mengajak Ibu Herdini untuk melihat koleksi pesawat di Muspusdirla. Khususnya pesawat L-4J Piper Cub yang dulu diterbangkan Herdini.

“Saya mengharapkan pada setiap hari jadi TNI AU 9 April dan Hari Bakti 29 Juli, ibu bisa ikut hadir bersama kami generasi penerus,” ujar Hadi mengundang Ibu Herdini.

Daftar Penerbang WARA:

  1. Letda (Pur) Herdini
  2. Letda (Pur) Lulu Lugyati
  3. Marsma (Pur) Sulastri Baso
  4. Marsma (Pur) Hermuntarsih
  5. Kolonel Pnb Veronica
  6. Letkol Pnb Inana Musailimah
  7. Hendrika Aries
  8. Ratih
  9. Sumartini
  10. Kapten Pnb Sekti Ambarwaty
  11. Kapten Pnb Fariana Dewi Djakaria Putri

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: