MYLESAT.COM – Pesawat angkut yang masih jadi incaran angkatan udara dunia ini, kembali mendapat calon pembeli baru. Pemerintah Mesir meminta persetujuan untuk membeli 12 pesawat C-130J Super Hercules dengan mesin turboprop Rolls Royce AE-2100D. Permintaan ini diungkap Departemen Luar Negeri AS.
Permintaan yang diajukan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS kepada Kongres pada 25 Januari 2022 ini senilai 2,2 miliar dolar AS.
Baca Juga:
- Kepada Lockheed Martin, KSAU Juga Tekankan Jaminan Suku Cadang untuk C-130J Super Hercules
- Kunjungi Lockheed Martin, KSAU Tinjau Pembuatan C-130J Super Hercules yang Segera Perkuat TNI AU
Menurut DCSA, paket lengkap penjualan ini mencakup Transponder AN/APX-119 Identification Friend or Foe (IFF); AN/AAR-47 Missile Warning Systems (MWS); AN/ALE-47 Countermeasures Dispensing System (CMDS); AN/ALR-56M Radar Warning Receiver (RWR); AN/AAQ-22 (STAR SAFIRE 380); komunikasi yang aman, peralatan kriptografi, dan peralatan navigasi presisi berbantuan GPS; publikasi dan dokumentasi teknis; perangkat lunak dan sumber daya kritis misi; dukungan dan peralatan pesawat; pengembalian dan perbaikan yang tidak diklasifikasikan; integrasi dan pengujian; pelatihan personel dan peralatan pelatihan; layanan dukungan rekayasa, teknis, dan logistik Pemerintah AS dan kontraktor; dan elemen terkait lainnya dari dukungan logistik dan program.
“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan Sekutu Utama Non-NATO yang terus menjadi mitra strategis penting di Timur Tengah,” ungkap DSCA.
Sebagaimana dicatat DSCA, kontraktor utama adalah Lockheed Martin Aeronautics Company di Marietta, GA.
Angkatan udara Mesin mengoperasikan C-130 Hercules pada dua skadron di bawah 516 Air Wing. Yaitu 4 Squadron – Cairo East (C-130H) dan 16 Squadron – Cairo East (C-130H).
C-130J Super Hercules adalah versi terbaru dari armada pesawat angkut legendaris C-130.
C-130J menggabungkan teknologi tercanggih yang mengurangi benan kerja kru, menurunkan biaya operasi dan dukungan, dan memberikan penghematan biaya life-cycle dibanding C-130 sebelumnya.
Pesawat angkut taktis ini telah membuktikan kemampuanya dalam berbagai misi, dan dalam kondisi operasi ekstrem. Lockheed Martin menawarkan platform C-130J dalam sekitar selusin konfigurasi berbeda.
Sebanyak lima unit versi ini, juga tengah dipesan TNI AU. Diperkirakan C-130J Super Hercules pertama TNI AU, akan tiba tahun depan.