Ukraina Berharap Namun Tank MBT M1 Abrams yang Dijanjikan Biden Tidak Akan Tiba Tahun Ini

0

MYLESAT.COM – Angkatan Darat Amerika Serikat sedang menimbang-nimbang cara mengirimkan tank tempur berat (MBT) M1 Abrams ke Ukraina. Namun Ukraina harus bersabar, karena tank-tank itu mungkin baru akan tiba tahun depan.

Pernyataan itu disampaikan pihak Angkatan Darat AS pada Kamis (23/02/2023).

Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada Januari lalu bahwa ia akan mengirim 31 tank buatan General Dynamics Land Systems ke Ukraina, membalikkan arah setelah Jerman membuka jalan bagi Eropa untuk mengirim tank tempur utamanya sendiri.

Meskipun ini dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan Ukraina melawan Rusia, MBT Abrams kemungkinan besar tidak akan sampai ke negara tersebut sebelum musim semi.

“Kami sedang mencari cara tercepat untuk mengirimkan tank-tank itu ke Ukraina,” kata Christine Wormuth, Sekretaris AD AS kepada para wartawan. “Ini tidak akan menjadi masalah dalam hitungan minggu.”

“Ada jadwal yang lebih panjang yang terlibat, tetapi saya pikir ada opsi yang kurang dari dua tahun, kurang dari satu setengah tahun,” ujarnya. Menurut Wormuth, masih harus ditentukan apakah tank-tank itu bisa tiba pada akhir tahun ini.

Menurutnya, ada berbagai cara berbeda untuk memproduksi tank. Mulai dengan membangunnya dari awal seperti yang dilakukan AS untuk Polandia, hingga mengambil dari inventaris AS yang sebagian besar merupakan tank tua yang telah diperbarui.

AS telah menghabiskan miliaran dolar untuk peralatan dan pelatihan di Eropa untuk menghalangi Rusia. Apakah itu cukup?

Di tengah prospek Rusia menginvasi Ukraina, para ahli mengatakan bahwa krisis yang sedang berlangsung ini akan menguji kemampuan militer AS untuk menggerakkan pasukan dan persenjataan berat Amerika dengan lancar dan cepat melintasi perbatasan berbagai negara dan juga dapat memperbesar potensi kesenjangan dalam strategi dan kemampuan.

Wormuth mencatat bahwa ini bukan hanya pengiriman tank Abrams, tetapi juga peralatan pendukung. Seperti kendaraan pemulihan, amunisi, dan paket pelatihan. “Masih banyak detail yang harus diselesaikan,” katanya.

Angkatan Darat AS akan mempresentasikan opsi-opsi tersebut kepada Menteri Pertahanan Lloyd Austin, yang kemudian akan membaginya dengan Presiden Biden, yang akan membuat keputusan akhir.

Tahun lalu, Polandia dan AS mencapai kesepakatan bagi negara itu untuk membeli 250 tank M1A2 Abrams yang telah di-upgrade dan akan dikirim dalam jangka waktu 2025-2026. Bulan lalu menteri pertahanan Polandia menandatangani kesepakatan lain untuk membeli gelombang kedua dengan total 116 tank tambahan. Polandia adalah sekutu Eropa pertama yang membeli tank Abrams.

Operator MBT Abrams lainnya termasuk Australia, Mesir, Irak, Kuwait, Arab Saudi, Maroko, dan Taiwan, yang mulai menerima tank-tanknya pada musim panas 2022.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply