Deplu AS Sepakati Penjualan 28 Rudal AIM-9X Sidewinder dan Peralatan Terkait ke Italia

0

MYLESAT.COM – Departemen Luar Negeri AS telah membuat keputusan yang menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing (FMS) kepada Pemerintah Italia untuk rudal AIM-9X Sidewinder dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya sebesar 90,6 juta dolar AS.

Pemerintah Italia telah meminta untuk membeli 28 rudal taktis AIM-9X Sidewinder Block II+; AIM-9X Block II+ Tactical Guidance Units; AIM-9X Captive Air Training Missiles (CATM); and 2 AIM-9X CATM Guidance Units yang akan ditambahkan pada kasus-kasus yang telah diimplementasikan sebelumnya yang nilainya di bawah ambang batas notifikasi Kongres.

Termasuk di dalam kontrak adalah detektor target optik aktif; kontainer; pelatihan personel dan peralatan pelatihan; publikasi dan dokumen teknis yang diklasifikasikan dan tidak diklasifikasikan; jaminan; layanan dukungan teknik, teknis, dan logistik Pemerintah AS.

Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu NATO yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa.

Italia tidak akan kesulitan menyerap peralatan ini ke dalam angkatan bersenjatanya. Kontraktor utamanya adalah RTX Corporation, yang berlokasi di Arlington, VA.

AIM-9 Sidewinder (AIM = Air Intercept Missile) adalah rudal udara ke udara jarak pendek. Mulai digunakan Angkatan Laut AS pada 1956 dan Angkatan Udara pada 1964, AIM-9 merupakan salah satu rudal udara ke udara tertua, termurah, dan tersukses. Varian terbarunya tetap menjadi amunisi standar di sebagian besar angkatan udara Barat.

Sidewinder adalah rudal paling banyak digunakan Barat, dengan lebih dari 110.000 rudal diproduksi untuk AS dan 27 negara lain. Mungkin satu persen di antaranya telah digunakan dalam pertempuran.

AIM-9 diperkirakan telah menembak 270 pesawat. AIM-9X Sidewinder Block II+ menambahkan kemampuan penguncian setelah peluncuran dengan datalink, sehingga rudal dapat diluncurkan terlebih dahulu dan kemudian diarahkan ke targetnya setelah itu oleh pesawat yang memiliki peralatan yang tepat untuk serangan 360 derajat, seperti F-35 atau F-22.

F-35A Lightning II JSF Angkatan Udara Italia dinyatakan telah mencapai kemampuan operasional awal (IOC) pada 30 November 2018. Pada saat itu Italia menerima 10 F-35A dan satu F-35B, dengan dua F-35A dan satu F-35B ditempatkan di AS untuk pelatihan. Sedangkan delapan F-35A lainnya ditempatkan di Amendola.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply