MYLESAT.COM – Kunjungan kehormatan (courtesy call) Chief of Air Force (CAF) Republic Singapore Air Force (RSAF) Brigjen Kelvin Fan Sui Siong ke Mabes TNI AU pada Kamis (25/4/2024), adalah sebuah sinyal untuk menunjukkan betapa kuatnya hubungan Angkatan Udara kedua negara.
Dalam kunjungannya di Mabesau, Brigjen Kelvin Fan diterima oleh KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Keduanya memiliki kesamaan karena baru saja menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara. Brigjen Kelvin menerima simbol komando pengendalian RSAF dari seniornya Mayjen Kelvin Khong Boon Leong pada 22 Maret 2024. Sementara Marsekal Tonny, dilantik sebagai KSAU pada 2 April 2024 menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Kunjungan CAF RSAF ini merupakan introductory visit (kunjungan perkenalan) Brigjen Kelvin sebagai CAF RSAF yang baru. Namun demikian, ini merupakan kunjungan resmi pertama Kelvin ke luar negeri sebagai Kepala Angkatan Udara Singapura.
Dalam pertemuan dengan KSAU dan pejabat TNI AU, kedua pihak membahas peningkatan hubungan kerja sama serta membicarakan berbagai agenda kerja sama kedua Angkatan Udara. Turut mendampingi CAF RSAF adalah Brigjen Teo Soo Yeow (Head Air Operation), Kolonel Sebastian Chai (Head Air Intelligence), dan Letkol Goh Kian Boon (Head Air Relation).
Kedatangan Brigjen Kelvin di Mabesau hanya selang dua hari setelah berakhirnya Latihan Bersama Air Maneuver Exercise Bilateral Fighter Interaction (AMX BFI) ke-12 antara TNI AU dan RSAF. Latma dilaksanakan dari 17 – 23 April 2024 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Salah satu materi penting yang dilaksanakan adalah latihan pengisian bahan bakar di udara antara peswat F-16 Fighting Falcon TNI AU dengan pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport) RSAF. Sementara materi latihan lainnya sudah lazim dilaksanakan di antara skadron tempur kedua negara, yaitu Mission Tactical Intercept dan Basic Fighter Maneuver.
Meski Latma Angkatan Udara kedua negara sudah berjalan puluhan tahun sejak awal 1980, namun komunikasi intens yang dibangun dalam tiga tahun terakhir sangatlah berpengaruh.
Seperti kita ketahui, Marsekal Fadjar Prasetyo dan Mayjen Kelvin Khong Boon Leong telah ‘mendirikan bangunan’ kerja sama yang kokoh melalui serangkaian pertemuan. Baik dalam forum resmi seperti saat latihan bersama atau kunjungan resmi, maupun dalam kesempatan nonformal. Apalagi kerja sama itu terus dilakukan pada saat dunia dihantui pandemi Covid-19 sejak April 2020.
Dari sekian kali pertemuan itulah, akhirnya terbangun sebuah kerangka kerja sama yang lebih kokoh dan strategis bagi kedua Angkatan Udara.
Dalam kerangka hubungan internasional kita mengenal istilah Trust-Politic Policy, yaitu tentang bagaimana membangun kepercayaan sebagai cara untuk mempromosikan kerja sama institusional pada level lebih tinggi dan kolaborasi yang diharapkan kedepannya bisa mencapai level bangsa antar kawasan.
Kepercayaan itu tidak hanya terbangun dan bertumbuh di antara TNI AU dan RSAF, namun juga berkembang dengan negara lainnya termasuk dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
Seperti kita ketahui, air refueling exercise merupakan salah satu materi latihan strategis yang justru dilakukan lebih dahulu dengan USAF. Bahkan, karena trust, USAF pun melibatkan pesawat pembom B-52H Stratofortress dalam Latma dengan TNI AU.
Kerjasama yang kuat dan keberhasilan AMX BFI 12/24 menegaskan komitmen TNI AU dan RSAF dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan udara. Latihan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan militer, tetapi juga membangun pondasi yang kokoh untuk kolaborasi masa depan demi keamanan dan stabilitas regional.