Riwayat C-130B Hercules A-1312: Perang Vietnam, Operasi Seroja, Jemput Nakamura Hingga Angkut Jemaah Haji

0

MYLESAT.COM – Ada awal tentu ada akhir. Begitu pula perjalanan sebuah pesawat terbang. Pada saatnya teknologi yang diusungnya menjadi kadaluwarsa. Bisa dimodernisasi, tapi butuh dana yang tidak sedikit. Strukturnya juga mencapai puncak kelaikannya untuk bisa terbang dengan aman. Pada saat itulah harus diputuskan untuk menghentikan pengoperasiannya.

Baca Juga: 

Meski demikian, sebuah pesawat yang sudah puluhan tahun mengabdi seperti C-130B Hercules A-1312 Skadron Udara 32 TNI AU ini, menyisakan memori indah untuk dikenang. Memori itu bisa saja cerita sedih, namun juga ada prestasi dan kebanggaan besertanya.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menuliskan kalimat pendek untuk mengenang pengabdian C-130B Hercules A-1312. Foto: beny adrian/ mylesat.com

C-130B Hercules A-1312 tiba di Indonesia pada tahun 1974. Kedatangan pesawat ini masuk ke dalam batch kedua, sebagai bentuk bantuan Pemerintah Amerika Serikat kepada Indonesia. 

Sebanyak tiga pesawat diterbangkan ke Indonesia, yang merupakan eks Perang Vietnam. Sebelum diberi registrasi T (Transport, T dilafalkan Tango) oleh TNI AU, pesawat ini oleh USAF diregistrasi dengan 600P06. Ketiga pesawat yang diterima TNI AU ini diberi nomor A-1311, A-1312, dan A-1313.

Hingga dekade 1970-an, pesawat C-130 Hercules TNI AU menggunakan nomor penerbangan T. Setelah itu diganti menjadi A (Angkut, dilafalkan Alfa) hingga sekarang.

Indonesia dalam hal ini TNI AU pantas berbangga, karena menjadi operator pertama pesawat C-130B Hercules setelah Australia. Angkatan Udara Australia membeli type A yang mulai dioperasikan pada Desember 1958. Sebanyak 12 C-130A dioperasikan oleh No. 36 Squadron  untuk menggantikan Douglas C-47 Dakota.

Tepatnya 18 Maret 1960, Indonesia resmi menerima C-130B Hercules dalam sebuah upacara di Kemayoran, Jakarta. Pesawat pertama diserahkan oleh Wakil Presiden Lockheed Corp Carl Squier kepada Menteri/Pangau Laksamana Udara Suryadarma.

Bantuan tiga pesawat C-130B Hercules untuk Indonesia ini tidak terlepsa dari dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia yang akan melaksanakan operasi militer di Timor Portugis.

Pejabat TN AU menuliskan kesannya di badan pesawat C-130B Hercules A-1312 Skadron Udara 32. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Keterlibatan A-1312 sebagai pembuka Operasi Seroja dengan menerjunkan pasukan Linud di Dili, menjadi awal dimulainya kisah membanggakan dari A-1312 (saat itu masih pakai T). 

T-1312 yang diterbangkan Letkol Pnb OH Wello, melaksanakan operasi penerjunan pasukan Linud Kopassandha dan Kostrad bersama sebanyak sembilan pesawat dengan sandi Rajawali Flight. Bertindak sebagai leader Letkol Pnb Suakadirul (T-1308), Komandan Skadron Udara 31. Penerjunan dilaksanakan pada 7 Desember 1975

Namun perjuangan T-1312 dan pesawat lainnya tidaklah mudah. Tembakan demi tembakan yang dilakukan Fretilin dari bawah. Salah satunya menembus dada load master T-1312, Pelda Wardjijo. Saat terkena tembakan dan dinyatakan gugur, ia berada di dekat pintu kiri.

Peluru lainnya mengenai tanki bahan bakar pada sayap kiri dan mengakibatkan terjadinya kebocoran. Total enam Hercules terkena tembakan yaitu T-1302, T-1305, T-1309, T-1310, T-1311, dan T-1312.

Dalam kondisi seperti itu, akhirnya penerjunan dibatalkan. Masih tersisa 29 pasukan Nanggala V Kopassandha di dalam A-1312, yang dengan dongkol harus menerima kenyataan tidak diterjunkan bersama Komandan Nanggala V Letkol Inf Soegito. Pesawat mendarat di Lanud Penfui, Kupang.

Jika ditotal, 72 prajurit Kopassandha batal terjun karena pesawat yang mereka tumpangi tertembak. Di antaranya adalah  Mayor Theo Syafei dan Lettu Inf Luhut Panjaitan.

Pada awal kedatangannya, T-1312 dioperasikan di Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma. Selanjutnya sejak 11 Juli 1981, T-1312 dipindahkan ke Malang seiring diaktifkannya kembali Skadron Udara 32 di Lanud Abdulrachman Saleh.

Baca Juga: 

Pesawat C-130B T-1312 membawa Teruo Nakamura dari Morotai dan mendarat di Lanud Halim. Foto: dok. Kolonel (Pur) Soepardi

T-1312 menjadi aset Skadron 32 hingga pensiun dan penomoran T diubah menjadi A.

Sebelum melaksanakan misi tempur di Timtim, A-1312 juga telah melaksanakan misi kemanusiaan menjemput tentara Jepang yang bersembunyi di belantara Morotai selama 30 tahun. Prajurit ini adalah Teruo Nakamura. Tepatnya 29 Desember 1974, Nakamura diterbangkan dari Morotai ke Jakarta dengan T-1312.

Tugas lain yang dilaksanakan A-1312 adalah membantu penerbangan haji dalam negeri, membantu pengungsi di Papua, mengirimkan Satgas Kopasgat, memberikan dukungan latihan terjun payung, dan membantu di setiap misi bencana alam di tan air.

Tentu banyak sekali misi yang sudah dilaksanakan A-1312 selama 48 tahun pengabdiannya. Butuh satu buku untuk menceritakannya.

Setelah puluhan tahun menjadi andalan angkutan udara TNI AU, akhirnya diputuskan untuk menghentikan operasional C-130B Hercules A-1312.

Keputusan grounded permanen A-1312 dikarenakan berakhirnya usia center wing box pesawat. Sebelum dilepastugaskan secara resmi oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pada Jumat 13 Januari 2023, A-1312 melaksanakan farewell flight di Lanud Abdurachman Saleh pada 9 November 2022.

Baca Juga: 

Terima kasih A-1312, thank you for your dependability and strength. Pengabdiannya luar biasa selama 48 tahun dengan gemilang. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Komandan Skadron 32 Lanud Abdurachman Saleh Letkol Pnb Dodik Supriyanto menerbangkan sendiri A-1312, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya selama pengabdian.

Baca Juga: 

Penghentian operasi A-1312 tentu bukanlah akhir dari nasib klan Hercules di TNI AU. Justru sebentar lagi, direncanakan Februari 2023, TNI AU akan menerima pesawat sejenis yang lebih canggih yaitu C-130J Super Hercules. Pemerintah mengakuisisi lima C-130J untuk memodernisasi armada angkut strategis TNI AU.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply