Bagaimana Jadinya Jika Pesawat Hercules Mendarat di Kapal Induk

Siapa tidak kenal pesawat tambun C-130 Hercules. Pesawat tambun buatan Lockheed Martin ini sudah malang melintang di seluruh dunia. Mulai dari misi tempur sampai kemanusiaan, sudah dijalaninya.

Namun tahukah anda, bahwa C-130 yang juga dioperasikan TNI AU ini pernah diujicobakan untuk lepas landas dan mendarat di kapal induk. Wow…. mungkinkah?

Peristiwa memang sudah lama. Saat itu, 1963, sebuah KC-130F (versi tanker) bernomor seri 149798 menjadi pesawat terberat yang pernah beroperasi dari dan ke kapal induk USS Forrestal (CVA-59).

Baca Pesawat Hercules Terhindar dari Musibah, KSAU Berikan Well Done Certificate kepada Seluruh Kru

Momen langka ini terjadi pada 30 Oktober 1963.

Beroperasi dengan berat bervariasi dari 85.000 lb sampai 121.000 lb (54.430 kg), Herky ini sukses melaksanakan 29 kali touch-and-go, 21 kali pendaratan dan 21 kali lepas landas.

Foto dari helikopter saat C-130 mendarat di kapal induk.

Saat uji coba berlangsung, KC-130F diawaki oleh Letnan James H. Flatley III, Lt.Cdr. W.W Stovall, ADR-1 E.F Brennan dan test pilot dari Lockheed Martin, Ted Limmer, Jr.

Eksperimen yang sukses ini berlangsung di lautan yang relatif tenang di Atlantik Utara, 500 mil dari pantai Boston. Kesuksesan ini menjadikan Hercules sebagai pesawat terbesar dan terberat yang pernah mendarat di kapal induk. Rekor yang bertahan hingga hari ini.

Idea gila ini diberi sandi pesawat “Super Carrier Onboard Delivery” (Super COD).

Konsep COD lahir dari terbatasnya kemampuan dukungan logistik yang bisa dilakukan menggunakan pesawat. Pada awal 1960-an, pesawat yang digunakan untuk tugas ini adalah Grumman C-1 Trader, twin piston-engine dengan payload terbatas serta jangkauan hanya 300 mil.

Oleh Chief of Naval Operations diperintahkan untuk menilai kemungkinan menggunakan pesawat lebih besar untuk beroperasi di kapal induk USS Forrestal (CVA-59).

Guna makin menyemangati dan menggambarkan kehebatan Hercules saat uji terbang, sebuah kalimat “Look Ma, No Hook” dituliskan di sisi kanan pesawat.

Data yangberhasil dikumpulkan AL AS selama pengujian menunjukkan bahwa C-130 Hercules mampu membawa 25.000 pon barang, terbang sejauh 2.500 mil dan tentu saja mendarat di kapal induk.

Meskipun tidak ditemui halangan apapun dalam operasionalnya, ide ini tidak dilanjutkan. Penyebab utamanya, C-130 terlalu besar untuk dimasukkan ke hangar-deck ataupun di dek atas kapal induk.

Hasil akhirnya, AL AS akhirnya memutuskan menggunakan pesawt yang lebih kecil untuk misi COD.

Atas usaha hebatnya, AL AS menganugerahi Letnan James H. Flatley III dengan medali Distinguished Flying Cross.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: