Prototipe Jet Tempur KF-21 Boramae Korea Selatan Akan Gelar Uji Penembakan Rudal Udara ke Udara Meteor

0

MYLESAT.COM – Setelah merampungkan terbang perdana tahun 2022, jet tempur buatan bersama Korea Selatan dan Indonesia, KF-21 Boramae, akan melakukan uji coba pertama penembakan rudal udara ke udara Meteor.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan tiga hari yang lalu bahwa sebuah prototipe KF-21 dijadwalkan melakukan uji coba di atas perairan di lepas pantai selatan negara itu pada hari Rabu. KF-21 disebutkan mampu membawa hingga empat rudal Meteor.

Pada Maret 2023, dua pesawat purwarupa berhasil memisahkan rudal uji coba Meteor di udara. Jika uji coba ini berhasil dilakukan, diharapkan dapat memperpanjang jarak tempuh KF-21 dan menunjukkan kemampuan pencegatan.

Rudal Meteor melengkapi JAS 39 Gripen milik Angkatan Udara Swedia, Angkatan Udara Perancis dan Angkatan Laut di pesawat Rafale serta Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Inggris, Angkatan Udara Jerman, Angkatan Udara Italia, dan Angkatan Udara Spanyol. Meteor juga dimaksudkan untuk melengkapi F-35 Lightning II Inggris dan Italia, dan telah diekspor ke berbagai pelanggan Rafale, Typhoon, dan Gripen.

Meteor adalah rudal udara ke udara berpemandu radar aktif Eropa yang dipandu radar di luar jangkauan visual (BVRAAM) serta dikembangkan dan diproduksi MBDA. Rudal ini diharapkan juga memperkuat armada Rafale TNI AU.

KAI KF-21 Boramae (KF-X) adalah program pengembangan pesawat tempur oleh Korea Selatan dengan tujuan menghasilkan pesawat tempur multirole canggih untuk angkatan udara Korea Selatan dan Indonesia.

Program ini dikuasai oleh pemerintah Korea Selatan yang memegang 60% saham. Indonesia mengambil 20% saham dalam program ini pada 2010 dan berpartisipasi dalam program ini melalui PT Dirgantara Indonesia.

Setidaknya 40 pesawat direncanakan akan dikirim pada 2028, dengan Korea Selatan berharap menggunakan 120 pesawat pada 2032. Pesawat ini juga akan tersedia untuk ekspor. KAI KF-X adalah program pengembangan jet tempur domestik kedua Korea Selatan setelah FA-50.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply