MYLESAT.COM – Turki mengumumkan penerbangan perdana prototipe pertama pesawat latih-tempur Hürjet pada 25 April 2023. Namun sebenarnya pesawat ini sudah lepas landas untuk pertama kalinya pada 23 April dari fasilitas utama Turkish Aerospace Industries (TAI) di luar Ankara.
Sebuah video tidak resmi muncul di media sosial, menunjukkan Hürjet yang belum dicat lepas landas didampingi jet tempur F-16 Fighting Falcon pada penerbangan perdananya. Penerbangan tersebut dilaporkan berlangsung selama 26 menit dan Hürjet mencapai kecepatan 250 knot dengan ketinggian 14.000 kaki.
Hürjet memiliki performa supersonik dan direncanakan untuk diproduksi dalam konfigurasi latih lanjut dan tempur ringan.
Keberhasilan ini menjadi tongak sejarah baru bagi Turki yang dengan cepat mengembangkan teknologi kedirgantaraan dalam negeri.
Meskipun Hürjet diharapkan untuk memberikan pelatihan kepada pilot Turki di masa depan, pesawat ini juga menawarkan tingkat kinerja yang signifikan dan avionik canggih, sehingga cocok untuk misi tempur. Bahkan disebut-sebut akan beroperasi dari kapal pengangkut dan penyerang hibrida Angkatan Laut Turki yang inovatif, TCG Anadolu.
Keberhasilan ini disambut meriah di Turki, paling tidak karena Hürjet adalah pesawat berawak jet pertama yang dikembangkan dari nol di negara ini dan akan menjadi jet buatan Turki pertama dengan performa supersonik.
Melalui akun Twitter, Presiden Turki Recep Erdogan menyambut baik pengumuman penerbangan perdana ini dan menyatakan “Rayakan Satu Abad Turki!”
Penerbangan perdana ini didahului dengan uji coba mesin turbofan F404 yang dipasok General Electric yang dimulai pada Februari.
Secara keseluruhan, proyek ini telah berjalan dengan kecepatan yang mengesankan, sesuatu yang menjadi fitur yang semakin menonjol dalam program kedirgantaraan Turki.
Selain Hürjet, proyek-proyek penting Turki lainnya termasuk pesawat tempur generasi berikutnya TF-X, UCAV Anka-3, dan pesawat tak berawak Bayraktar Kizilelma yang mirip pesawat tempur dan sudah dalam uji coba penerbangan.
TAI mulai mengerjakan proyek Hürjet pada 2017. Perusahaan ini memiliki jadwal yang agresif untuk masa depan, dengan rencana meluncurkan produksi seri dua pesawat per bulan mulai 2026. Banyak yang bisa terjadi sebelum itu, dengan penundaan dan masalah yang menjadi fitur reguler dari program pengujian untuk pesawat militer baru.
Hürjet menggunakan satu mesin F404, dengan konfigurasi kokpit tandem dan bentuk sayap menyapu (swept-wing) konvensional yang sama dengan sebagian besar pesawat latih jet/serangan ringan modern lainnya.
Pesawat ini memiliki panjang sekitar 43 kaki dengan lebar sayap sekitar 36 kaki. Parameter kinerja yang direncanakan meliputi kecepatan maksimum Mach 1,2 (Mach 1,4, menurut beberapa sumber), ketinggian maksimum 45.000 kaki, dan kemampuan membawa muatan seberat 6.600 pon.
Selain kinerja tingkat tinggi ini, kunci lain dari pelatihan lanjutan Hürjet adalah rangkaian avionik dan kokpitnya yang modern, termasuk wide-area display (WAD). Hal ini membuat media Turki menggambarkannya sebagai “pesawat latih generasi kelima”.
Hal ini menunjukkan bahwa Hürjet juga akan dioptimalkan untuk melatih pilot yang akan ditugaskan untuk jet tempur masa depan Turki, TF-X.
Juga ada rencana melengkapi Hürjet dengan radar dan sistem misi, yang memungkinkannya melakukan misi tempur. Turki sudah memproduksi berbagai macam senjata yang diluncurkan dari udara dan bersifat defensif dan ofensif. Termasuk amunisi udara-ke-darat presisi. Artinya pesawat ini berpotensi dipersenjatai secara eksklusif dengan senjata dari sumber produksi dalam negeri.
Meskipun Hürjet memiliki potensi pengembangan lebih lanjut untuk misi tempur, pesawat ini pada awalnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Turki akan jet latih yang dapat menggantikan armada T-38 Talon dan NF-5 Freedom Fighters buatan AS.
Meskipun kedua pesawat ini telah ditingkatkan secara lokal ke standar T-38M Ari dan NF-5A-2000, namun keduanya merupakan pesawat yang sudah tua dan semakin sulit untuk didukung. NF-5 dioperasikan oleh tim aerobatik Turkish Stars.