Genderang suling Canka Lokananta dan lagu selamat datang yang dinyanyikan segenap Taruna Taruni Akademi TNI, menyambut kedatangan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2018).
Kedatangan Ibu Nanny sebagai istri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Akmil, adalah untuk dikukuhkan sebagai Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI. Dalam menjalani tradisi ini, Ibu Nanny didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Sita Mulyono dan Ibu Asuh Tingkat 1 Taruna Akademi TNI.
Upacara pengukuhan Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI berlangsung singkat namun khidmat. Prosesi pengukuhan diawali dengan turunnya Ibu Nanny dari teras Mako Akmil didampingi tiga taruna perwakilan Akmil, AAU, dan AAL.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memulai prosesi pengukuhan Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI. Foto: beny adrian
Sementara di depan Ibu Nanny, dua taruna pembawa alat musik bass dari drumband Akmil, berjalan mengawal Ibu Nanny menuju mimbar utama.
Prosesi pengukuhan pun dimuali dengan berjalan pelan langkah demi langkah menuju mimbar utama di tengah lapangan upacara. Di lapangan berdiri para taruna dari ketiga angkatan dengan penjuru seorang mayoret dari Akmil.
Dalam perjalanan menuju mimbar ini, Ibu Nanny “dikawal” Ponyad Pora dari taruna yang mengacungkan pedang pendek seperti belati. Pedang kecil dari baja dengan gagang warna kuning emas ini biasa digunakan taruna sebagai kelengkapan atribut PDPM (Pakaian Dinas Pesiar Malam) atau PDU (Pakaian Dinas Upacara).
Setibanya di atas mimbar upacara, para taruna yang tadi melaksanakan Ponyad Pora, membuat lingkaran mengelilingi podium. Di sinilah ibu Nanny dikukuhkan menjadi Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI dengan dikalungkannya medali kehormatan Akademi TNI kepada Ibu Nanny.
Setelah itu Ibu Nanny menerima penyerahan tongkat penata rama dari Danmenkor (Komandan Resimen Korps) dan selanjutnya diserahkan kembali kepada Penata Rama 1, sebagai simbol pemberian Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI kepada taruna.
Selanjutnya acara dimeriahkan dengan atraksi genderang suling Canka Lokananta dari Taruna Akademi TNI dengan lagu kebanggaan Taruna Taruni Akademi TNI.

Ibu Nanny menerima penyerahan tongkat penata rama dari Danmenkor. Foto: beny adrian
Tradisi pengukuhan Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI pun selesai. Singkat, padat, namun penuh makna.
Usai menjalani pengukuhan, Ibu Nanny meninjau pencanangan dan pelaksanaan vaksinasi difteri kepada Taruna Taruni Akademi TNI dan siswa Sepa PK tahun 2018. Setelah itu dilanjutkan makan bersama taruna taruni di ruang akan Husein.
Dalam sambutannya usai makan siang bersama, Ibu Nanny menyampaikan beberapa penekanan kepada para taruna dan taruni sebagai calon pemimpin masa depan TNI. Mulai dari soal disiplin, kebersihan, etika, ketekunan belajar, dan bijak dalam menggunakan media sosial.
“Kalian harus tunduk kepada norma dan aturan di TNI. Ibu memahami, selama taruna menjalani pendidikan, tidaklah ringan, kalian tidak hanya diminta mahir menggunakan senjata tapi juga pintar dalam ilmu pengetahuan dan sehat jasmanai dan rohani,” tutur Ibu Nanny.
Ibu Nanny juga meminta para taruna dan taruni untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi kesulitan, sebaliknya jadikan setiap tugas dan latihan sebagai tantangan untuk membangkitkan semangat dan motivsi agar lebih baik.
“Belajar dengan tekun dan berlatih dengan semangat, ikuti aturan yang berlaku,” tegas Ibu Nanny.
Sebagai Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI yang harus berlaku layaknya ibu di rumah, Ibu Nanny pun memberikan motivasi kepada para taruna dan taruni agar bisa menjadi yang terbaik.
“Kalian lah yang akan menggantikan para pemimpin TNI saat ini, kalian lah nanti yang akan jadi KSAD, KSAL, KSAU, dan Panglima TNI. Jadi siapkan diri kalian dari sekarang,” ujar Ibu Nanny yang diaminkan oleh semua taruna di hall makan itu.
Karena itulah Ibu Nanny meminta di semua lembaga pendidikan TNI khususnya akademi TNI, tidak ada lagi kekerasan dan pemukulan dalam masa pendidikan. “Yang senior, aturlah adik-adik kalian dengan asah asih dan asuh,” kata Ibu Nanny.
Dalam pencanangan vaksinasi difteri serentak di seluruh dinas kesehatan TNI, Ibu Nanny berharap upaya yang dilakukan ini sebagai bentuk keterlibatan TNI dalam mendukung program pemerintah.

Ibu Nanny didampingi Ibu Sita Mulyono, menyaksikan penyuntikan vaksin difteri kepada taruna. Foto: beny adrian
“Vaksinasi massal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya TNI untuk mengantisipasi agar para taruna tidak terkena difteri. Hari ini diadakan pencangananya pelaksanaan imunisasi difteri yang dilaksanakan diskes di seluruh satuan TNI dengan simbolisasi di Akademi Militer ini,” ujar Ibu Nanny.
Yang menarik, penyuntikan vaksin kepada taruna taruni Akademi TNI dilakukan langsung oleh para dokter yang tengah menjalani pendidikan Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) TNI tahun 2018.
Sepa PK 2018 diikuti oleh 200 lebih sarjana dari berbagai disiplin ilmu. Dari jumlah itu, 68 orang di antaranya adalah dokter dengan sembilan orang di antaranya merupakan Wanita TNI.
Teks: beny adrian