Hankam

Future Vertical Lift: Intip Program Heli Masa Depan US Army (bagian 3 dari 3 tulisan)

Lockheed-Boeing SB-1 Defiant

Tak lagi jalan bareng Bell seperti ketika melansir tiltrotor V-22 Osprey tak membuat pabrikan Boeing jeri menghadapi kompetisi FVL-Medium. Raksasa dirgantara ini berkolaborasi dengan Sikorsky, mengembangkan model uji yang dilabeli SB-1 Defiant.

Pabrikan heli terkemuka yang selama ini dikenal sebagai rival berat Bell di AS tersebut dalam perjalanannya kemudian diakuisisi oleh Lockheed, kontraktor pertahanan terbesar di dunia.

Jauh dari gentar, duet yang disebut-sebut sebagau “superteam” itu tak kalah berani menyodorkan ide revolusioner.

Kalau Bell mengadu nasib dengan konsep tiltrotor, maka duet Boeing-Sikorsky (Lockheed) ini menjagokan konsep kombinasi coaxial rotor dengan pusher prop. Demonstrator berlabel SB-1 Defiant ini menganut konfigurasi rotor utama yang mirip dengan heli serang generasi baru Rusia yaitu Ka-50 dan Ka-52, yaitu dua rotor utama disusun “bertumpuk” namun berputar berlawanan arah.

Yang satu berputar searah jarum jam, sementara satunya lagi berlawanan arah jarum jam. Tujuannya apa lagi kalau bukan menghilangkan efek torsi akibat putaran rotor utama tunggal (pada heli konvensional dieliminasi dengan eksistensi rotor ekor).

Bedanya dengan heli lansiran Rusia, konsep SB-1 Defiant dilengkapi propeler di bagian ekor (menghadap ke belakang) yang berfungsi sebagai pendorong tambahan. Dengan eksistensi pusher propeller ini, maka kecepatan lesat Defiant dijamin tak kalah dengan Valor.

Bahkan dengan konsep ini duet pabrikan super ini mengklaim bahwa dalam hal angka akselerasi – dari keadaan diam mengapung alias hover – hingga kecepatan maksimum, bisa jauh lebih tinggi di atas Valor.

Konsep airframe modular pun tak mau kalah juga diterapkan Boeing-Sikorsky. Desain Defiant menunjukkan modularitas tinggi antara varian angkut medium (pengganti UH-60 Blackhawk) dan varian serang (pengganti AH-64 Apache).

Mesin, transmisi dan avionik digadang serupa, namun dengan penyesuain airframe di bagian-bagian tertentu terutama di bagian kabin depan.

Berbagai klaim Lockheed maupun Boeing masih harus diuji dalam waktu-waktu ke depan. Kita tunggu saja mana yang lebih unggul di mata pengambil keputusan di jajaran US Army.

Apakah Valor yang keluar sebagai juara, atau Defiant yang dinyatakan unggul dari rivalnya.

 

Teks: antonius kk

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close