Dalam Seminggu, Rusia Intersep 14 Pesawat Mata-mata NATO di Perbatasan

Entah ketegangan seperti apa yang akan berkembang antara Rusia dan negara-negara Barat sekutu Amerika Serikat. Setelah beberapa waktu lalu jet tempur Rusia mengintersep pembom strategis AS, B-52, maka seperti dikutip sputniknews.com dari Kemhan Rusia, seminggu terakhir ini, jet Rusia mengintersep 14 pesawat asing di dekat perbatasan Rusia.

Wow…. jumlah yang tidak sedikit untuk “beruang” sekuat Rusia.

Penempur MiG-31 dan Su-27 sebelumnya merespon hingga 23 pesawat yang mendekati perbatasan, yang umumnya milik AS seperti dilaporkan Krasnaya Zvezda (Red Star).

Korna ini memperkirakan pesawat AS yang terlibat dalam misi itu adalah RC-135 Rivet Joint dan UAV Global Hawk. UAV diperkirakan terlibat dalam 10 misi pengintaian, dengan 4 dilaksanakan oleh P-3 Orion milik Norwegia, dan 3 oleh pesawat mata-mata Gulfstream milik Swedia.

Pesawat Inggris dan Perancis masing-masing terendus dua kali oleh pertahanan udara Rusia. Bahkan pesawat Portugis dan Jepang juga mendekati batas terluar perbatasan Rusia.

Jumlah insiden udara yang melibatkan pesawat Rusia dan NATO telah meningkat di tahun-tahun terakhir setelah aliansi pimpinan AS meningkatkan kehadirannya di perbatasan barat Rusia pada tahun 2014.

Ketegangan tidak hanya berlangsung dengan aksi main intai. Rabu lalu bahkan koresponden sputnik melaporkan bahwa pesawat tempur F-16 NATO mencoba mendekati pesawat Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu yang terbang di atas perairan Baltik yang netral menuju eksklave Kaliningrad di Kaliningrad. F-16 itu berbalik setelah dikejar sebuah jet Rusia.

Berita-berita seperti ini mengingatkan kita kepada pertikaian Uni Soviet dengan AS semasa Perang Dingin. Sejumlah insiden terjadi yang bahkan sejengkal mendekati pecahnya perang dunia ketiga.

Seperti ditembaknya pesawat U-2 Dragon Lady milik AS yang melaksanakan misi pengintaian di atas wilayah Soviet pada 1 Mei 1960.

Dalam misi itu, U-2 ditembak jatuh rudal permukaan ke udara S-75 Dvina alias SA-2 Guideline, di atas wilayah Sverdlovsk.

Pesawat sejenis pula, U-2, yang kemudian mengintai sejumlah pangkalan udara AURI tahun 1961 menyusul kampanye Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: