Prada Lumban Gaol, “Dokter” Malaria dari Timika

Terpanggil oleh rasa kemanusiaan untuk membantu rekan-rekannya yang diserang penyakit malaria, Prajurit Dua (Prada) DR Lumban Gaol, anggota Satuan Radar (Satrad) 243 Komando Sektor Pertahanan Udara 4, TNI AU, memberanikan diri memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien malaria.

Satrad 243 berada di Kilometer 8, Kampung Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua.

Dengan tekad bulat membantu rekan kerjanya, Lumban Gaol mulai menyuntik pasien malaria setidaknya setahun terakhir ini. Keahlian baru ini melengkapi tugas utamanya sebagai personel di Satrad. Seperti diketahui, Timika merupakan salah satu wilayah endemik kasus malaria di Papua.

Menurut Lumban Gaol, di lingkungan Satrad saja, setidaknya dalam sehari 2-3 orang terserang malaria. Sementara di Satrad 243 tidak tersedia bintara kesehatan.

Pernah suatu hari, seperti dituturkannya kepada KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat melakukan kunjungan kerja di Satrad 243 pada hari Rabu (19/7), ia sendiri yang diserang malaria. Namun oleh anak medan lulusan STM ini, penyakit itu ia sembunyikan dari teman-temannya.

Ia tidak mau teman-temannya mengetahui ia sedang sakit, karena disaat bersamaan iai tengah dibutuhkan untuk mengobati mereka. “Bayangkan, ia ambil sendiri darahnya terus dibawa ke laboratorium di kota untuk diperiksa,” jelas KSAU yang terkejut melihat dedikasi Lumban Gaol yang luar biasa.

Karena sikap penuh dedikasi dan bertindak di luar tanggung jawabnya itu, KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pun dengan spontan memberikan apresiasi luar biasa kepada Lumban Gaol. Tak kurang istri KSAU, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto yang mendampingi KSAU dalam kuker, sampai menitik air mata setelah tahu pengabdian terbaik yang diberikan Lumban Gaol kepada TNI AU.

Ibu Nanny berkali-kali terlihat menyeka air matanya dengan tisu, sambil terus menepuk-nepuk pundak Lumban Gaol, layaknya seorang ibu menyayangi putranya.

Melihat kondisi memprihatinkan ini, KSAU langsung memerintahkan Asisten Personel KSAU untuk segera mencari dan menunjuk seorang bintara kesehatan guna ditempatkan di Satrad 243, Timika. “Segera cari, datangkan ke sini, nanti suratnya nyusul, ini harus segera ditangani,” perintah KSAU.

Prada Lumban Gaol adalah tamtama teknik, sesuai latar belakangnya dari STM. Menurut Kasubdisyankes TNI AU yang juga dokter pribadi KSAU, Letkol Kes dr. Mukti Arya Berlian, menyuntik adalah kemampuan yang pernah diajarkan kepada semua tamtama saat pendidikan pembentukan.

Namun menurut Letkol Mukti, Gaol memiliki keberanian ekstra untuk melakukannya yang didorong oleh keprihatinannya melihat rekan-rekannya yang sakit. “Itu butuh keberanian,” ujar Letkol Mukti.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: