Satu Tahun Sudah Heron 1 Dioperasikan Jerman di Mali

Pesawat tanpa awak (UAV) Heron 1 yang ditempatkan d pangkalan udara Gao milik German Federal Office of Bundeswehr Equipment, Information Technology and In-Service Support (BAAINBw) sebagai bagian dari misi MINUSMA dari Perserikatan Bangsa Bangsa, membukukan 3.000 jam terbang pada November 2017.

Sistem Heron 1 melakukan terbang perdana di Mali pada 1 November 2016 setelah kontrak diteken pada Juni 2016.

Sejak ditambahkan ke 1 untuk Angkatan Bersenjata Jerman di Afghanistan, UAV milik Angkatan Udara ini telah menorehkan lebih dari 38.000 jam terbang.

Di kedua lokasi penempatan, dikelola menggunakan model operator gabungan antara Bundeswehr dan industri.

Seperti operasi Heron 1 di Afghanistan, urusan penyediaan, perawatan, dan perbaikan sistem di Mali adalah tanggung jawab Airbus di Bremen.

Tiga pesawat Heron 1 ditempatkan di pangkalan udara di Gao, yang terletak di timur laut Mali. Dengan kedalaman pengintaiannya hingga 800 km, sistem Heron 1 telah meningkatkan kemampuan pengintaian udara AU secara signifikan.

Hasil pengintaian lalu dibuat tersedia untuk Joint Mission Analysis Center (JMAC) untuk misi MINUSMA, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan semua mitra yang terlibat dalam misi PBB.

Tugas pengintaian berfokus pada daerah rawan guna memberikan perlindungan bagi warganya dan juga bagi tentara Jerman dan kontingen negara lainnya yang ditempatkan di negara tersebut.

Model operator mengesankan kemampuan kinerjanya selama operasi di Afghanistan dan Mali, seperti ditekankan pada kesiapan sistem yang terbukti tinggi dengan baik melebihi 90%.

Diproduksi oleh perusahaan Israel yang bernama IAI, Heron 1 adalah UAV jenis MALE (medium altitude long endurance) seperti yang juga ingin dioperasikan oleh TNI AU.

Pesawat ini memiliki lebar sayap 17 meter dan daya tahan misi maksimal lebih dari 24 jam.

Tugasnnya di antaranya mendeteksi booby traps dari udara, mengiringi konvoi dan patroli, membantu pasukan dalam situasi tempur, mengumpulkan dan memeriksa rute, membuat profil gerakan dan pemantauan jangka panjang, mendukung penilaian situasi, dan melindungi aset markas dan militer.

Selain misi militer, UAS juga digunakan untuk mendukung misi kemanusiaan.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s