Amankan Rumpon di Laut Seram, Bakamla dan TNI AL Gelar Operasi Khusus

Bakamla RI bersama TNI AL memulai operasi khusus pengamanan rumpon ilegal di Laut Seram, Kamis (14/12/2017).

Menggunakan kapal TNI AL KRI Soputan-923 dan melibatkan sejumlah personel Satgas 115, operasi khusus dilaksanakan guna mendukung Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) untuk mengangkat dan mengamankan rumpon ilegal.

Hal ini sejalan dengan penekanan yang pernah disampaikan Menteri KKP Susi Pujiastuti selaku Komandan Satgas 115 dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan Satgas 115.

Yaitu agar mentertibkan rumpon ilegal di beberapa wilayah perairan Indonesia. Keberadaan rumpon mengganggu aktivitas perikanan nelayan setempat.

Sebagaimana diketahui, rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, baik laut dangkal maupun laut dalam dengan tujuan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul di sekitar rumpon sehingga ikan mudah untuk ditangkap.

Dengan adanya rumpon-rumpon, gerombalan ikan yang seharusnya bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi tertahan di titik-titik tertetu yang telah dipasangi rumpon.

Hal ini tentunya sangat merugikan bagi nelayan tradisional yang tidak memiliki kemampuan membuat rumpon maupun berlayar sampai ke tengah laut untuk mencari ikan.

Sebagai negara yang memiliki hak berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam di wilayah teritorial dan ZEE, Indonesia harus melindungi hak nelayan tradisional untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam berusaha mencari ikan di wilayah perairan Indonesia.

Oleh karenanya, operasi patroli Bakamla RI hadir guna mendukung pengamanan tersebut.

Laut Sulawesi dan Laut Seram merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) yang mengandung sumber daya perikanan yang cukup besar.

Sejak beberapa puluh tahun lalu, sumber daya perikanan di wilayah ini khususnya ikan tuna dan cakalang menjadi primadona ekspor, bahkan banyak Kapal Ikan Asing (KIA) asal Filipina mencari ikan sampai ke wilayah ini tanpa izin.

Dari beberapa negara di kawasan, Jepang dan Filipina merupakan negara yang sudah menerapkan penggunaan rumpon secara modern, dimana rumpon-rumpon tersebut telah dilengkapi alat pendeteksi ikan yang dapat dimonitor dari kapal penangkapnya.

Pada Operasi Nusantara IX Bakamla RI yang digelar Nopvember dan Desember tahun lalu (2016), melalui unsur KP Orca-03 milik PSDKP-KKP dan KRI Soputan-923 milik TNI AL, Bakamla RI berhasil mengamankan 34 rumpon ilegal yang tersebar di Laut Sulawesi, khususnya di ZEEI yang berbatasan dengan Filipina.

Dalam beberapa hari kedepan, KRI Soputan yang dikomandani Mayor Laut (P) Petrus Indra Cahyadi dan tim yang tergabung dalam Satgas 115, diharapkan dapat mengangkat dan mengamankan sejumlah rumpon ilegal yang merugikan nelayan tradisional.

Sebagai salah satu anggota Satgas 115, Bakamla RI akan selalu mendukung kebijakan Pemerintah dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal dan penertiban rumpon-rumpon illegal untuk mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa Indonesia.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: