Airbus, SAAB & Boeing Berebut Kontrak 6 Pesawat Maritim Korea Selatan Senilai 1,8 Miliar Dolar

Airbus menawarkan pesawat C295 MPA (maritime patrol aircraft) kepada AL Korea (RoKN). Sementara Boeing menggadang P-8 Poseidon MPA, dan SAAB mengusung Swordfish MPA yang merupakan pengembangan dari Bombardier Global 6000 business jet.

Kontrak yang diincar ketiga pabrikan sebesar 1,8 miliar dolar AS.

“Airbus C295 MPA/ASW menawarkan kombinasi terbaik untuk kemampuan operasional dan nilai plantform yang idela menjawab kebuuhan Korea,” ujar juru bicara Airbus.

AL Korea menyebutkan kebutuhannya untuk enam MPA. Namun di masa depan, kebutuhan Korea terhadap MPA akan meningkat seiring pensiunnya 16 unit Lockheed Martin P-3 MPA, yang dioperasikan sejak pertengahan 1990.

Korea telah lama berusaha untuk meningkatkan armada patroli maritim dan pesawat jet surveillance sebagai tanggapan atas meningkatnya kemampuan AL Korea Utara, termasuk rudal balistik kapal selam yang diluncurkan.

Ada dua kemungkinan model pembelian yang akan dilakukan Korea.

Pertama pembelian langsung ke AS melalui mekanisme FMS (Foreign Military Sale), yang otomatis menjadi kontrak untuk Boeing; atau tender terbuka yang harus dilalui Boeing, Airbus, dan Saab.

C295 MPA saat ini dioperasikan Brazil, Chili, Oman, dan Portugal. Oleh Chili juga dioperasikan untuk misi antikapal selam.

Saab dari Swedia dinilai paling agresif sebagai pabrikan Eropa yang menawarkan Swordfish MPA. Sebelumnya diberitakan bahwa Saab sudah merampungkan terbang perdana GlobalEye AEW&C (airborne early warning and control aircraft).

GlobalEye dibuat berdasarkan Bombardier Global 6000 jet, platform serupa dengan Swordfish dengan kemampuan shares mission systems dan sensor sebanyak 80 persen dengan Swordfish.

Global 6000 memiliki kecepatan jelajah maksimum 450 knot dan kecepatan jelajah jarak jauh 360 knot. Swordfish bisa dilengkapi radar AESA, enam torpedo, dan rudal antikapal.

Selain menawarkan C295 MPA, Airbus Defence and Space juga menyiapkan versi militer A320neo jika memang pesawat jet jadi kebutuhan Korea.

Namun demikian, P-8 Poseidon tetap menjadi ancaman nyata bagi kedua pabrikan Eropa.

P-8 itu pesawat battle proven dan beroperasi ke seluruh belahan Bumi serta didesain untuk beragam misi: antikapal selam, antikapal permukaan, ISR, dan SAR.

P-8 merupakan versi modifikasi dari B737-800. P-8 mampu memabwa empat rudal antikapal, lima torpedo, dan 129 sonobuoy.

Pesawat ini mampu terbang sejauh 1.200 Nm dan terbang selama empat jam di ketinggin maksimum 41.000 kaki.

Kanada disebutkan juga siap bersaing dengan menawarkan pesawat KP-X MPA. Pesawat ini dikembangkan dari Bombardier Challenger 650.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: