USAF Ganti Seragam Serupa US Army, Nilainya Setara Dua Setengah Jet Tempur F-35A

Angkatan Udara AS (USAF) memutuskan bergabung dengan AD AS dalam menggunakan seragam harian dengan pola kamuflase baru.

USAF telah menyetujui Pola Kamuflase Operasi (Operational Camouflage Pattern) untuk digunakan personel AU AS mulai 1 Oktober. Namun jadi pertanyaan: mengapa AU membutuhkan seragam kamuflase?

OCP yang awalnya dinamakan Scorpion W2, adalah pola kamuflase militer yang diadopsi pada pertengahan 2010 oleh AD AS untuk digunakan sebagai pola kamuflase utama seragam AD AS.

AU AS memperkenalkan Airman Battle Uniform (ABU) pada 2007, menggantikan Battle Dress Uniform (BDU) yang digunakan oleh sebagian besar angkatan bersenjata selama beberapa dekade.

ABU adalah seragam pixelated berwarna cokelat, abu-abu, hijau dan biru dalam pola tiger stripe (garis harimau) yang terkenal karena digunakan satuan khusus selama Perang Vietnam.

ABU adalah seragam harian, digunakan tidak hanya oleh anggota AU AS yang bertempur di darat seperti pararescuemen dan pengendali udara depan, tetapi di pangkalan udara dan fasilitas lain yang ribuan mil dari garis depan. Bahkan ada versi ibu hamil dari seragam ABU.

AU AS akan mengganti ABU dengan OCP dalam tiga tahun ke depan. Menurut Mayjen Robert LaBrutta, Direktur Angkatan Udara untuk kebijakan manajemen kekuatan militer, diharapkan semua personel AU AS sudah mengenakan OCP pada April 2021,

AU mengadopsi U.S. Army’s Operational Camouflage Pattern (OCP) yang sudah digunakan unit operasi khusus AU AS dan unit tempur darat.

OCP menggantikan Universal Camouflage Pattern yang selama ini digunakan AU AS dan dinilai tidak mampu membantu tentara menyatu dengan lingkungannya.

Diadopsi pada 2004, UCP bertahan hingga musim panas 2015 saat AD AS mengadopsi OCP. OCP yang juga dikenal sebagai Scorpion W2, mengadopsi pola hijau dan coklat yang sangat mirip namun dengan warna keseluruhan lebih ringan.

AU AS akan menghabiskan 237 juta dolar selama tiga tahun ke depan untuk mengganti seragam ini, yang nilainya  setara dengan dua setengah jet tempur F-35A JSF.

Pihak AU mengklaim bahwa penggunaan seragam yang sama dengan AD ini akan terkesan mempromosikan nilai kebersamaan (jointness), seperti halnya istilah soliditas di antara TNI dan Polri.

Meski demikian, tetap menjadi perdebatan mengapa personel AU yang berada di garis belakang tidak boleh memakai seragam kamuflase. Namun juga tidak ada alasan yang tepat untuk menjelaskan mengapa mereka harus mengenakannya.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: