Awal Tahun Menyenangkan, Saab Sukses Terbangkan Pesawat Kedua GlobalEye AEW&C

Membuka awal tahun dengan optimis, pabrikan pesawat Swedia, Saab, merampungkan uji terbang pertama untuk pesawat kedua GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) pada 3 Januari 2018.

GlobalEye kedua ini lepas landas untuk pertama kalinya pada pukul 11.00 dari landasan milik Saab di Linköping. GlobalEye, yang dikembangkan dari pesawat Bombardier Global 6000, merupakan pesawat pengendali pertempuran.

Untuk itu, pesawat dilengkapi dengan sensor canggih termasuk radar Erieye ER. Penerbangan perdana ini dilakukan selama 2 jam 54 menit.

“Penerbangan pertama yang sukses hari ini adalah langkah besar bagi GlobalEye. Kami menerima kontrak awal pada akhir 2015, menyelesaikan penerbangan perdananya dengan pesawat pertama pada Maret 2018 dan sekarang kami memiliki pesawat kedua pada sembilan bulan kemudian,” ujar Anders Carp, pejabat Saab yang mengepalai produksi pesawat surveillance.

Sejumlah keunggulan ditawarkan GlobalEyeAEW&C. Meliputi kemampuan deteksi lebih jauh, endurance dan kemampuan melaksanakan sejumlah misi saat bersamaan. Termasuk misi SAR, pengintaian perbatasan, dan operasi militer.

Karena sensornya yang canggih, GlobalEye mampu mendeteksi sekaligus menjejak target di udara dan permukaan darat maupun laut.

Mewarisi keperkasaan Bombardier Global 6000, GlobalEye mampu terbang selama hingga 11 jam. Menurut Saab, radarnya mampu menjangkau area sejauh 400-450 km (216 nm).

Launch customer untuk GlobalEye adalah Uni Emirat Arab. Emirat memesan GlobalEye AEW&C yang disebut sebagai Swing Role Surveillance System (SRSS) pada November 2015. Nilai kontraknya mencapai 1,27 miliar dolar AS.

Pada Februari 2017, Emirat memesan tambahan GlobalEye ketiga dengan nilai kontrak 238 juta dolar AS. Pesawat ketiga ini sudah menjalani penerbangan perdana di Linköping pada 14 Maret 2018.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: