Untuk Kapal Pemburu Ranjau, TNI AL Pilih Frankenthal Class dari Jerman

Kementerian Pertahanan Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Abeking & Rasmussen untuk merancang dan membangun dua kapal pemburu ranjau (MCMV, mine countermeasures vessels) 62 meter untuk TNI AL, sebagaimana dilansir janes.com (31/1/2019).

Kapal 62 meter ini akan menjadi evolusi dari Frankenthal class yang digunakan AL Jerman.

Oleh TNI AL, kapal ini akan menggantikan armada tua berupa dua MCMV kelas Pulau Rengat, yang keduanya mulai bertugas Maret 1988.

TNI AL mengoperasikan kapal pemburu ranjau di bawah naungan Satuan Kapal Ranjau (Satran).

Abeking & Rasmussen belum memberikan rincian sistem yang akan dipasang di kapal. Namun pabrikan ini mengindikasikan bahwa sistem MCM akan mencakup sonar perburuan ranjau serta wahana tak berawak.

Sistem misi MCM yang dapat digunakan Frankenthal class termasuk Seafox I dan Seafox C yaitu drone antiranjau laut serta Pinguin B3 ROV.

Platform non-magnetisable ini juga dapat menampung satu perahu karet cepat (RHIB) 4 meter untuk tugas intervensi.

Frankenthal adalah kapal pemburu ranjau Jerman yang dari baja non-magnetik.

Lambung, mesin, dan superstruktur kapal ini mirip dengan kapal pemburu ranjau kelas 343 tipe Hameln. Jerman sempat mengoperasikan 12 kapal
Frankenthal -class.

Pemerintah Indonesia menyetujui anggaran 215 juta dolar AS pada 2016 untuk program penggantian ini.

Namun alokasi ini kemudian dikurangi menjadi 204 juta dolar sejalan persyaratan terbaru yang diajukan TNI AL.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: