Rudal Maut AS-1 Kennel yang Jadi Saksi Bisu Kedigjayaan AURI Terlihat di Komplek LAPAN

0

MYLESAT.COM – Seperti jodoh saja. Baru beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 9 Juli 2021, mylesat.com memuat tulisan monumen rudal AS-1 Kennel di Lanud Sultan Hasanuddin, Makasaar. Rudal ini menjadi tentengan pembom strategis Tu-16 Badger B yang pernah dioperasikan AURI (TNI AU) era 1960-an. Tidak sengaja, rudal yang sama kembali terciduk di kantor LAPAN, Rumpin.

Baca Juga: 

Monumen AS-1 Kennel di Lanud Sultan Hasanuddin, Simbol Kekuataan TNI AU Pada Tahun 1960-an

Benar-benar tidak sengaja alias accidentally, rudal yang sama terlihat di lingkungan kantor LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang berada di kawasan Lanud Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Penemuan” rudal Kennel ini berawal dari ketidaksengajaan.

Saat kembali dari Mako Satuan Bravo 90 Korpaskhas usai meliput serbuan vaksin yang ditinjau KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, mylesat.com melewati komplek LAPAN yang memang bersebelahan dengan Mako Sat Bravo 90.

Ketika itulah mata secara tidak sengaja melihat benda putih yang sudah tidak asing lagi, yaitu rudal AS-1 Kennel. Ujudnya masih utuh, hanya warnanya menjadi putih.

Kennel ditempatkan di depan hanggar milik LAPAN. Sambil lewat saya sempatkan mengabadikan momen langka ini menggunakan kamera seadanya di ponsel. Hasilnya lumayan, objek terdokumentasi dengan baik.

Dari foto ini baru terlihat bagian bawah rudal dipasang tiga roda, layaknya pesawat. Mungkin untuk alasan memudahkan memindahkannya jika diperlukan dalam penelitian.

Rudal AS-1 Kennel adalah saksi sejarah perjuangan Indonesia di Irian Barat. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Setelah melewatinya sambil menatap nanar, saya dibuat makin kaget karena “menemukan” rudal kedua.  Satu rudal lagi dipajang di sisi kanan sebuah kantor, sepertinya gedung utama LAPAN. Di depan gedung ini terdapat bunderan, yang di tengahnya juga didirikan monumen pesawat ringan.

Seperti halnya rudal pertama, Kennel kedua ini juga dicat putih. Namun selintas (melihatnya dari mobil sambil lewat), rudal ini terlihat agak berbeda tampilannya.

Terlihat ada sayap lain yang dipasang di dekat tail fin. Tidak jelas kegunaannya. Namun jika merujuk jati diri lembaga LAPAN, sepertinya rudal ini pernah dijadikan bahan penelitian aerodinamika atau untuk mendapatkan data lainnya yang dibutuhkan.

Baik untuk pengembangan roket atau pesawat terbang, yang menjadi domainnya LAPAN.

Sebelumnya keberadaan rudal ini menyita perhatian mylesat.com yang menemukannya di Lanud Sultan Hasanudin, Makassar. Kennel dijadikan monumen di depan ruang VIP Lanud.

Haru melihat nasib AS-1 Kennel yang berakhir di LAPAN. Semoga tidak lapuk dimakan zaman.

Karena di zamannya, rudal AURI ini diselimuti aura kematian di setiap kehadirannya. Tak heran, Belanda dan Sekutu pun berpikir ulang untuk memulai perang terbuka dengan Indonesia di tahun 1962.

Mungkin saat ini rudal AS-1 Kennel sudah tidak lagi penting kehadirannya di lingkungan LAPAN. Baik karena sosoknya yang gambot sehingga sulit untuk dipindahkan, atau teknologinya yang memang sudah uzur.

Namun satu hal yang tidak boleh diabaikan dari rudal ini adalah, semangat perjuangan yang pernah melekat padanya sehingga mampu menggelorakan jiwa juang di dada setiap prajurit Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih di bumi Irian Barat saat itu.

Monumen rudal AS-1 Kennel di Lanud Sultan Hasanuddin. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sesaat setelah mendarat di Lanud Rumpin untuk meninjau pelaksanaan serbuan vaksin Covid-19, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo rupanya melihat hal yang sama.

Marsekal Fadjar mengaku melihat Kennel sesaat setelah helikopter EC-725 Caracal yang membawanya mendarat di Rumpin.

KSAU mengatakan sempat kaget melihat rudal Kennel terpajang di LAPAN dalam kondisi sudah tidak terpakai. Termasuk sudah ditambahkan landing gear.

“Kemarin saat lihat Kennel sesaat setelah mendarat, langsung saya perintahkan Pangkoopsau l dan Komandan Lanud ATS (Atang Sendjaya) untuk diambil, akan saya relokasi kembalikan ke homebase-nya di Iwj (Iswahjudi),” ungkap Marsekal Fadjar Prasetyo.

AS-1 Kennel adalah saksi bisu kedigjayaan TNI AU yang layak mendapat tempat terhormat.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply