Angkatan Udara China tengah mempertimbangkan unntuk menggunakan radar terkuat AESA (active electronically scanned-array) Nanjing Research Institute of Electronics Technology (NRIET) KLJ-7A.
Radar AESA KLJ-7A rencananya akan dipasangkan dengan jet tempur generasi kelima ChengduJ-20. Sosok dalam bentuk mock-up dari radar ini ditampilkan NRIET saat berlangsungnya Airshow China 2018 di Zhuhai baru lalu.
KLJ-7A adalah varian canggih dari radar KLJ-7 (Type 1478) X-band airborne fire-control radar (FCR).
J-20 adalah jet tempur berkemampuan siluman yang dibuat sendiri oleh China, dan menjadi pesawat siluman pertama di Asia.
Namun pada Mei 2018, Kepala staf AU India mengklaim bahwa Sukhoi Su-30MKI milik India berhasil mendetkesi J-20 dari jarak beberapa kilometer.
AU China dipercaya sudah mengoperasikan 28 unit J-20.
Teks: beny adrian