Skadron Udara 18/ Spartan Berdiri, Menjadi Home Base Pesawat Dassault Falcon 8X TNI AU

0

MYLESAT.COM – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., meresmikan Skadron Udara 18/ Spartan Wing Udara 1.1 Angkut di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: 

Sebelumnya pada 18 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah pesawat  hingga rudal ke Panglima TNI Jenderal Agus Subianto di Landasan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Terdapat enam unit pesawat tempur MRCA (multirole combat aircraft) Dassault Rafale, empat unit pesawat angkut Falcon 8X, dan satu pesawat Airbus A400M MRTT.

Kehadiran sejumlah pesawat ini telah membawa konsekuensi validasi organisasi di lingkungan TNI AU. Khusus pesawat Dassault Falcon 8X yang selama ini pengoperasiannya di Skadron Udara 17, divalidasi dengan menempatkan pesawat Falcon di bawah satu satuan operasional baru yang terpisah dari Skadron 17, dinamakan Skadron Udara 18.

KSAU Marsekal Tonny Harjono membuka tunggul Skadron Udara 18 saat upacara peresmian. Foto: Dispenau

Pemisahan dan pembentukan satuan baru ini dapat dipahami sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan penerbangan, sehingga setiap misi dapat dilaksanakan dengan tingkat keamanan dan pengawasan yang lebih optimal.

Sejak kedatangan pesawat Falcon di Skadron 17 pada akhir 2022, beberapa penerbang Skadron 17 pada awalnya mengantongi double rating antara B737 dan Falcon. Meski tidak lama, keputusan ini segera dicabut untuk menjaga safety factor di Skadron 17 yang melayani penerbangan VIP/VVIP tetap maksimal.

Saat ini total sudah enam pesawat Falcon yang dioperasikan Skadron 18, sebagai pesawat angkut VIP dan dukungan operasional lainnya.

Baca Juga: 

Dalam amanatnya, Kasau menegaskan bahwa kehadiran Skadron Udara 18 memiliki arti penting sebagai bagian dari validasi organisasi untuk memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan tugas-tugas kenegaraan melalui layanan penerbangan yang aman, andal, dan profesional.

“Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” ujar Kasau.

Menurut Kasau, pembentukan Skadron Udara 18/ Spartan tidak hanya dimaknai sebagai penguatan organisasi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan profesionalisme personel dan kualitas dukungan udara TNI Angkatan Udara bagi kepentingan negara.

Komando Skadron Udara 18 dipercayakan kepada Letkol Pnb Rachmad Syaputra., alumni AAU 2006.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply