KSAU Lantik 46 Penerbang Baru: “Budaya Airmanship Jadi Pegangan Awal Seorang Penerbang”

Kapten Hasto Harbanu boleh haru bangga. Pasalnya anaknya Letda Pnb Sulistyo Laksono C berhasil menyelesaikan pendidikan penerbang di Sekolah Penerbang TNI di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta.

“Saya fighter, masuk Skadron 11,” ujarnya tersenyum menjawab mylesat.com. Terlihat jelas rasa bangga di raut wajah Kapten Hasto dan sang istri yang berkaca-kaca menyaksikan penyematan wing penerbang oleh sang ayah.

Hari ini, Sabtu (19/8/2017), Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melantik 46 penerbang militer lulusan Sekolah Penerbang (Sekbang) terpadu TNI Angkatan 91 dalam upacara wingday di Lapangan Jupiter, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Baca Sah Sudah, Danlanud Adi Sutjipto Sematkan Wing Penerbang kepada 46 Siswa Sekbang TNI

Kapten Hasto Harbanu menyematkan wing penerbang kepada putranya. Foto: beny adrian

Pelantikan diawali KSAU dengan menyematkan wing dan menyerahkan tropi kepada lulusan terbaik Letda Pnb M Nogi Bramantyo dari jurusan Fix Wing dan Letda Pnb Dito Sigit Kuncoro dari jurusan Rotary Wing.

Dalam amanatnya KSAU mengatakan bahwa tugas penerbang TNI bukan sekadar menerbangkan pesawat namun harus dipahami lebih.

“Terutama dalam menjadikan alutsista sebagai medan pengabdian guna menyelesaikan berbagai tugas yang diemban. Karena itu, sebagai  penerbang TNI, kematangan profesionalitas menjadi suatu keharusan,” ujar Hadi di hadapan para perwira muda.

Baca Harus Kuasai Terbang Instrumen, 51 Siswa Sekbang TNI Jalani Latihan Terbang Malam

“Persyaratan lain sebagai penerbang harus memiliki airmanship. Yaitu suatu sikap yang tercermin pada penampilan dan perbuatan, baik saat melaksanakan tugas di udara maupun saat on the ground,” ujar Hadi dengan nada tegas.

Ucapan-ucapannya ini kembali ditegaskan Hadi saat menyalami satu per satu para penerbang muda TNI ini usai upacara. Sambil menyebut nama setiap penerbang muda yang disalaminya, Hadi terus mengingatkan untuk belajar dan belajar. “Airmanship itu yang utama,” tegas Hadi yang merupakan alumni Sekbang 35.

Dari 46 perwira yang dilantik sebagai penerbang, 35 orang berasal dari TNI AU, delapan dari TNI AD dan tiga dari TNI AL.

Dari 35 penerbang TNI AU ini, sebanyak delapan orang masuk ke kelompok penerbang heli, 14 orang penerbang angkut, dan 13 orang penerbang tempur.

“Alhamdulillah kita dapat banyak penerbang hari ini, khusus penerbang tempur, walaupun jauh dari target karena ke depannya jumlah pesawat tempur TNI AU akan terus bertambah sehingga jumlah penerbang juga harus bertambah,” jelas Hadi lagi.

“Yang pertama tetap dipertahankan adalah sikap airmanship, karena dengan airmanship akan melahirkan sikap disipilin dan kemudian berujung kepada safety. Budaya airmanship menjadi pegangan awal seorang penerbang, apapun pesawatnya. Karena ini pesawat milik rakyat dan harganya mahal jadi harus dijaga betul-betul,” tutur Hadi kepada awak media usai upacara.

Wingday hari ini dimeriahkan dengan demonstrasi kolone senapan, terjun payung, flypast pesawat latih Grob TP-120G, aksi pesawat KT-1B Wongbee Jupiter Aerobatic Team serta flypast T-50i Golden Eagle dan Sukhoi Su-27/30 Flanker.

Jauh menerawang ke angkasa, di mata para keluarga yang menyaksikan demonstrasi pagi ini tersirat rasa kagum dan harapan kelak anak-anak mereka kelak akan menjadi penerbang terbaik TNI AU.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: