Keamanan Maritim Itu Penting, Buktinya 43 Negara Berkumpul di Bali

Dibuka langsung oleh KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, TNI AL menggelar 3rd International Maritime Security Symposium 2017 (IMSS 2017).

Simposium yang dihadiri pemimpin Angkatan Laut dari 43 negara di dunia ini berlangsung selama dua hari mulai 24-25 Agustus 2017 di Hotel Inaya Putri, Bali.

Turut hadir saat pembukaan Menkopolhukam Wiranto yang sekaligus sebagai keynote speech.

Simposium internasional ini digelar dalam rangka membangun kerja sama dalam penanggulangan keamanan maritim tingkat regional maupun internasional.

Baca Pemimpin Angkatan Laut Samudera Hindia dan Pasifik Barat Kumpul di Bali

Kegiatan ini juga berkaitan dengan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, yakni menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dalam amanatnya, KSAL mengatakan bahwa simposium ini memiliki moto “Bukan Hanya Sekadar Simposium Saja, Namun Juga Sekaligus Sebagai Sarana Mempromosikan Keindahan Alam Dan Keragaman Budaya” (This is not only a symposium but also exploring Indonesia culture and heritage) serta mengangkat tema “Maritime Cooperation For Good Order At Sea”.

“Kami telah melihat berbagai isu keamanan maritim tersebut terjadi karena timbulnya kekuatan maritim yang baru, pencarian ladang minyak, banyaknya wilayah yang diperselisihkan, kejahatan di lautan, perusakan lingkungan maritim, terorisme dan pembajakan,” tegas KSAL.

IMSS 2017 diikuti oleh delegasi yang dipimpin perwira tinggi Angkatan Laut dari 43 negara di dunia.

Sebanyak 11 negara dipimpin oleh kepala stafnya yaitu Indonesia selaku tuan rumah, Timor Leste, Portugal, Myanmar, Kamboja, Bangladesh, Iran, Australia, Nigeria, Arab Saudi, dan Filipina.

Sedangkan 33 delegasi Angkatan Laut dipimpin oleh perwakilan perwira tingginya yaitu Singapura, Malaysia, China, Jepang, Thailand, Jerman, Inggris, Perancis, Kanada, Brazil, Brunei Darussalam, Turki, India, Korea Utara, Korea Selatan, Mauritius, Papua Nugini, Italia, Pakistan, Laos, Oman, Swedia, Meksiko, Seychelles, Afrika Selatan, Selandia Baru, Rusia, Srilanka, Vietnam, Belanda serta tidak ketinggalan negara adidaya Amerika Serikat.

Kegiatan yang diikuti sekitar 350 peserta juga dihadiri jajaran atase pertahanan negara-negara asing di Indonesia, komunitas maritim internasional, termasuk unsur-unsur kemaritiman dalam negeri antara lain Polri, Bakamla, dan pengamat kemaritiman.

Selain simposium, sejumlah KSAL negara-negara asing dan beberapa pemimpin delegasi mengadakan bilateral meeting dengan KSAL.

Sedangkan para istri delegasi dipimpin Ny. Endah Ade Supandi mengadakan kunjungan ke beberapa tempat di Bali seperti Sanggar Tari Barong dan Pasar Seni Krisna.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: