Ternyata Pesawat yang Diterbangkan Hadi Tjahjanto Pernah 2 Kali Ditembak dan Mesinnya Ngadat

0

Setiap penerbang mempunyai pengalaman yang selalu membekas di batinnya sepanjang hidup. Umumnya pengalaman yang membekas tentu yang berhubungan dengan peristiwa emerjensi yang membahayakan.

Begitu pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, merasakan betapa pengalaman itu begitu membekas namun menjadi bekal baginya dalam menapak karier di TNI AU. Dua kali pesawat Casa NC-212-200 yang diterbangkannya ditembak dari bawah.

Sebagai penerbang pesawat C-212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Hadi pun mengarungi dirgantara Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Kemampuan terbang Kapten Pnb Hadi Tjahjanto semakin terasah dengan serangkaian penugasan dalam operasi Rajawali di Papua selama hampir 2 tahun.

Kapten Pnb Hadi Tjahjanto (kedua dari kiri) saat penugasan di Jayapura. Foto: dok. anak sersan jadi panglima

Operasi yang dilakukannya di antaranya memindahkan pasukan dari satu tempat ke tempat lain atau membawa logistik pasukan.

Seperti dikutip di buku “Anak Sersan Jadi Panglima Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (2018) yang ditulis Eddy Suprapto dan baru saja diterbitkan, operasi ini betul-betul membentuk karakter terbangnya.

Hampir semua landasan besar di wilayah Papua pernah didaratinya. Sebutlah Jayapura, Merauke,  Timika, Tanah Merah, lalu ke lapangan terbang kecil seperti Ilaga, Oksibil, Jaya Wijaya, Enarotali, Nabire, dan Mona Mane.  Ada ratusan lapangan terbang kecil di Papua tetapi terhitung kecil untuk pesawat Casa.

Saat diterjunkan dalam operasi di Papua selama hampir dua tahun, Hadi pernah mengalami kejadian yang sangat mendebarkan. Ia yang menerbangkan pesawat Casa, masuk daerah Enarotali dan kemudian mendarat di Nabire. Saat turun dari pesawat, krunya baru menyadari ada lubang-lubang peluru di lantai kabin pesawat tepat di bawah tempat duduk.

Saat awak pesawat memeriksa lebih cermat seluruh bagian pesawat, bahkan ditemukan salah satu batang baling-baling pesawat berlubang.

Kejadian demi kejadian terus terulang. Seperti saat terbang dari Nabire ke Jayapura, mesin pesawat ngadat. Hadi berusaha mencari daerah dekat pantai, namun pesawatnya kembali tertembak.

Usai bertugas di Papua, Hadi mendapat penghargaan Satya Lencana GOM VII (Papua).

Memang terbang di Papua membutuhkan kecakapan pilot dalam mengambil keputusan. Misalnya saat terbang di pegunungan, pilot harus menghitung gunung ke beberapa dia harus belok. Jika salah menghitung, risikonya tersesat atau menabrak tebing.

Saat terjebak di labirin pegunungan, pesawat kecil belum tentu mampu terbang melampaui puncak tebing guna meloloskan diri. Sementara untuk berbalik arah seringkali jalur sudah menjadi terlalu sempit untuk memutar balik.

“Saat terbang di ketinggian 10.000 kaki, terkadang saya masih bisa melihat rumah di lereng-lereng gunung atau bahkan mobil yang sedang meluncur di jalanan, padahal altimeter menunjukkan kita terbang di ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut,” kenang Hadi.

Dari Papua, Hadi masih ditugaskan ke Natuna dalam Operasi Raneh, yaitu memotret kapal pencuri ikan dan daerah sengketa di Laut Cina Selatan.

Cover buku Anak Sersan Jadi Panglima.

Hadi masih ingat, ternyata fotografer ABRI (sekarang TNI) sangat senang jika terbang dengannya. Karena rupanya manuver pesawat memberikan kemudahan bagi juru foto untuk mengambil gambar, dapat angle yang pas untuk diambil.

Dari Natuna, Hadi berangkat lagi ke Aceh dalam operasi dengan sandi Benang Merah. Kali ini misinya masih sama, yaitu pemotretan daerah operasi musuh dan penerjunan pasukan pemukul. Hasil pemotretan ditujukan untuk mengetahui basis perlawanan kaum bersenjata di Aceh.

Setelah kenyang pengalaman operasi, Hadi pun mendapat kesempatan mengikuti sekolah di Sekkau (Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara) sebagai tahapan untuk naik ke pangkat lebih tinggi, mayor.

Sekolah ini juga memberikan bekal kepada perwira TNI AU agar memiliki kemampuan teknis dan manajemen.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply