Hankam

Dituding Gunakan Sinar Laser di Djibouti, China Bantah Tuduhan AS

Jumat lalu (4/5/2018), China menyangkal tuduhan yang mengatakan pesawat militer AS telah dijadikan sasaran “tembak” sinar laser berkekuatan tinggi di dekat pangkalan militer China di Djibouti.

Insiden ini disebutkan telah mengakibatkan terlukanya dua pilot.

Baca: AS Keluarkan NOTAM Ancaman Sinar Laser di Wilayah Djibouti

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Hua Chunying, mengatakan China telah menginformasikan kepada AS bahwa “setelah verifikasi ketat, kami sudah mengatakan kepada pihak AS bahwa apa yang mereka duga itu tidak benar.”

Kemenhan juga mengeluarkan penolakan serupa, mengatakan bahwa pihaknya telah menyanggah tuduhan dari pihak Amerika melalui saluran formal.

“China selalu secara ketat mematuhi hukum internasional dan hukum negara setempat dan berkomitmen menjaga keamanan dan stabilitas regional, ” menurut pernyataan yang di-posting ke microblog kementerian.

Sebelumnya AS mengeluarkan komplain resmi kepada pemerintah China tentang penggunaan laser yang menarget pesawat dalam beberapa minggu terakhir.

Pentagon mengatakan insiden tersebut merupakan ancaman serius bagi penerbang AS, untuk itu AS meminta China menyelidikinya.

China membuka pangkalan militer asing pertamanya di Djibouti tahun lalu, bergabung dengan AS dan sejumlah negara lain di negara Tanduk Afrika.

China menyatakan awalnya pangkalan itu dimaksudkan sebagai pusat logistik untuk misi penjaga perdamaian dan patroli anti-pembajakan AS.

Hal itu dipandang sebagai bagian dari ekspansi militer China ke Samudera Hindia yang telah mengkhawatirkan India sebagai rival regionalnya.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close